Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang menjumpai bulan Ramadan dan Syawal, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak, termasuk bayi yang baru lahir.
Dalam pelaksanaannya, seperti ibadah lainnya, niat menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan. Niat berfungsi sebagai pembeda sekaligus penentu sah atau tidaknya suatu ibadah, termasuk zakat fitrah.
Karena itu, setiap Muslim perlu memperhatikan bacaan niat zakat fitrah dan menyesuaikannya dengan tujuan pelaksanaannya, baik untuk diri sendiri, istri, anak, maupun ketika mewakili orang lain.
Ustaz Mahbib Khoiron menjelaskan bahwa niat dalam zakat fitrah lebih utama dibandingkan ijab kabul. Hal ini disebabkan zakat bukan merupakan transaksi atau akad seperti jual beli atau sewa, sehingga orang yang menunaikan zakat fitrah wajib menghadirkan niat.
“Zakat adalah pemberian searah dari orang yang wajib kepada orang yang berhak. Tak ada pula syarat si penerima memberi suatu manfaat kepada si pemberi atas dasar apa yang diterima itu. Karena itu, niat dalam zakat fitrah adalah wajib, sementara ijab-qabul tidak,” tulisnya dalam artikel berjudul Lafal-lafal Niat Zakat Fitrah, dikutip NU Online pada Selasa (25/3/2025).
Ustaz Mahbib Khoiron mengingatkan bahwa niat sejatinya berada di dalam hati, sehingga tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga harus benar-benar diteguhkan dalam hati. Meski begitu, melafalkan niat (talafudz) tetap dianjurkan karena dapat membantu seseorang memperjelas dan menegaskan niatnya.
Menurut beliau, talafudz bermanfaat untuk menguatkan keyakinan, sebab niat yang ada di dalam hati menjadi lebih nyata melalui bentuk yang konkret, yakni ucapan atau lafal yang dibaca.
“Niat adalah i’tikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan,” terangnya.
Dilansir dari Nu.or.id berikut bacaan niat zakat fitrah yang dapat diamalkan sesuai peruntukannya.
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin : “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala”.
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin: “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala”.
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin: “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an waladi (sebut nama anaknya) fardhan lillahi ta’ala”.
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin: “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an binti (sebut nama anaknya) fardhan lillahi ta’ala”
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin: “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an jami’i maa yalzimuni nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala”.
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Latin: “Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala”.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Selain itu, penerima zakat dianjurkan mendoakan pemberi zakat dengan doa yang baik. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Latin: “Ajarakallahu fima a’thaita wa baraka fima abqaita waja’alahu laka thahura”.
Artinya, “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
Kesimpulan
Niat zakat fitrah perlu disesuaikan dengan pihak yang dizakati, baik untuk diri sendiri, istri, anak, maupun seluruh keluarga.
Sumber Referensi
https://www.nu.or.id/nasional/niat-zakat-fitrah-untuk-diri-sendiri-istri-anak-keluarga-hingga-orang-lain-dilengkapi-latin-dan-terjemah-yHOSc




