Pertanyaan mengenai “hari ini puasa keberapa” sering muncul di tengah masyarakat Indonesia, terutama ketika terdapat perbedaan metode penetapan awal Ramadan antara organisasi kemasyarakatan Islam dan pemerintah. Pada tanggal 25 Februari 2026, terjadi perbedaan hitungan hari puasa yang disebabkan oleh perbedaan kriteria dalam menentukan awal bulan Hijriah 1447 H. Berdasarkan penjelasan lengkap dari Liputan6.com berdasarkan rilis resmi dari pemetintah dan maklumat Muhammadiyah mengenail penetapan 1 Ramadan 1447 H akan dijelaskan 25 Februari 2026 merupakan hari puasa keberapa.
Penetapan 1 Ramadan 1447 H versi Pemerintah
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama biasanya menggunakan metode Imkanur Rukyat yang merujuk pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria ini mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar bisa dinyatakan sebagai awal bulan baru. Apabila pada saat Sidang Isbat posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut, maka bulan Syakban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Berdasarkan kalender hasil kriteria ini, awal puasa versi pemerintah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Maka, perhitungan puasa berjalan sebagai berikut :
- 19 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 1
- 20 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 2
- 21 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 3
- 22 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 4
- 23 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 5
- 24 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 6
- 25 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 7
Dengan demikian, menurut hitungan pemerintah, tanggal 25 Februari 2026 merupakan hari ke-7 puasa Ramadan.
Penetapan 1 Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Metode ini mendasarkan pada perhitungan astronomis yang memastikan posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam tanpa harus terlihat secara kasat mata.
Maka, perhitungan puasa berjalan sebagai berikut :
- 18 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 1
- 19 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 2
- 20 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 3
- 21 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 4
- 22 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 5
- 23 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 6
- 24 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 7
- 25 Februari 2026 menjadi puasa hari ke 8
Berdasarkan ketetapan tersebut, bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat yang mengikuti maklumat ini, hari Rabu tanggal 25 Februari 2026 merupakan hari ke-8 puasa Ramadan.
Penyebab Perbedaan antara Pemerintah dengan Muhammadiyah
Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah di Indonesia akibat keberagaman metode ijtihad.
Muhammadiyah lebih menekankan pada kepastian matematis-astronomis jauh-jauh hari, sementara pemerintah mengedepankan konfirmasi fisik (rukyat) yang dikukuhkan melalui Sidang Isbat.
Meskipun berbeda secara administratif dalam hitungan hari, nilai ibadah puasa tetap sama.
Kesimpulan
Jika Anda memulai puasa pada 18 Februari sesuai maklumat Muhammadiyah, maka hari ini adalah hari kedelapan.
Namun, jika Anda mengikuti hasil Sidang Isbat pemerintah yang menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari, maka hari ini Anda menjalankan puasa hari ketujuh.
Sumber
https://www.liputan6.com/islami/read/6283950/hari-ini-puasa-keberapa




