Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, memilih menu iftar tidak boleh sembarangan. Banyak makanan yang tampak menggugah selera justru kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin, terutama gorengan.
Dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang, dr. Fatimah Masyhur, mengingatkan bahwa gorengan mengandung kalori tinggi serta minyak berlebih yang dapat berdampak negatif pada tubuh.
Konsumsi makanan berlemak secara terus-menerus berisiko memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk mengganggu kerja jantung dalam memompa darah.
Bahaya Makanan Tinggi Gula dan Lemak Saat Iftar
Selain gorengan, makanan dengan kadar gula tinggi dan lemak jenuh juga sebaiknya dibatasi ketika berbuka. Menu manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, terutama bagi penderita diabetes.
Sementara itu, lemak jenuh dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus.
Tak hanya makanan, minuman berkafein seperti teh dan kopi juga perlu diperhatikan. Kafein dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, terutama bagi individu yang memiliki riwayat asam lambung.
Pentingnya Menu Seimbang Saat Berbuka
Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, pilihan menu berbuka sebaiknya mencakup gizi seimbang. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih sangat dianjurkan untuk membantu memulihkan energi.
Protein memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, serta mendukung sistem kekebalan. Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Oleh sebab itu, sumber protein sebaiknya dikonsumsi secara bervariasi dengan porsi yang sesuai.
Perhatikan Kondisi Kesehatan Tertentu
Bagi individu dengan penyakit tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis.
Selain itu, bagi yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Menjalankan ibadah Ramadan tetap harus diimbangi dengan menjaga kesehatan secara optimal.
Kesimpulan
Memilih menu berbuka puasa yang sehat sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Hindari gorengan, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein berlebihan.
Sebaliknya, utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.
Sumber
https://malangkota.go.id/2023/03/28/ini-makanan-yang-harus-dihindari-saat-buka-puasa/




