Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadan. Walaupun umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid, tarawih tetap sah dikerjakan sendiri di rumah apabila ada halangan tertentu.
Karena itu, penting untuk memahami tata cara salat tarawih secara benar agar ibadah tetap khusyuk dan pahala tetap maksimal meski dilakukan tanpa berjamaah.
Berikut ulasan lengkap mengenai tata cara salat tarawih di rumah, mulai dari bacaan niat, jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, hingga tahapan pengerjaannya.
Bacaan Niat Salat Tarawih Dua Rakaat Sendiri
Niat sholat sunah tarawih sendirian
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII SUNNATAT-TARAAWIIHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’ALAA
Artinya:
Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala
Panduan Pelaksanaan Salat Tarawih di Rumah
Pada dasarnya, cara mengerjakan salat tarawih di rumah tidak berbeda dengan salat sunnah lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada pelaksanaannya yang dilakukan secara mandiri, bukan berjamaah.
Jumlah rakaat yang biasa dikerjakan ada dua pilihan, yaitu:
- 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir (total 11 rakaat)
- 20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir (total 23 rakaat)
Keduanya memiliki landasan dan sama-sama diperbolehkan. Anda dapat menyesuaikannya dengan kemampuan dan kondisi fisik masing-masing.
Waktu pelaksanaan tarawih dimulai setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Salat ini bisa dilakukan langsung setelah Isya atau ditunda hingga sepertiga malam terakhir untuk suasana yang lebih tenang dan khusyuk.
Tarawih dikerjakan dua rakaat satu salam. Artinya:
- Jika memilih 8 rakaat, dilakukan sebanyak 4 kali salam.
- Jika memilih 20 rakaat, dilakukan sebanyak 10 kali salam.
Adapun urutan pelaksanaannya sebagai berikut:
- Niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek dari Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Rakaat kedua dengan tata cara yang sama
- Tasyahud akhir
- Salam
Setelah menyelesaikan tarawih, dianjurkan untuk menutupnya dengan salat witir, minimal satu rakaat, dan yang paling sering dikerjakan adalah tiga rakaat.
Keistimewaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan
Berikut beberapa keutamaan salat tarawih yang dapat menambah motivasi dalam menjalankannya:
Dosa-Dosa Terdahulu Diampuni
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Termasuk Ibadah Qiyamul Lail
Tarawih merupakan bagian dari salat malam. Ibadah yang dikerjakan pada waktu malam memiliki nilai istimewa karena dilakukan saat kebanyakan orang beristirahat, sehingga pahalanya sangat besar.
Pahala Seperti Salat Semalam Penuh (Jika Berjamaah)
Bagi yang mengerjakan tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai, ganjarannya seperti melaksanakan salat satu malam penuh. Hal ini menunjukkan betapa agungnya nilai ibadah tarawih.
Menyempurnakan Kekurangan Salat Wajib
Salat sunnah berperan sebagai pelengkap apabila terdapat kekurangan dalam salat fardhu. Jika ada kekhilafan atau kurang khusyuk, maka salat sunnah menjadi penyempurnanya di akhirat kelak.
Mengangkat Derajat dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Setiap rakaat yang dikerjakan akan meningkatkan kedudukan seorang hamba di sisi Allah SWT. Konsistensi dalam melaksanakan tarawih selama Ramadan menjadi sarana memperkuat iman dan ketakwaan.
Pahala Dilipatgandakan
Ramadan adalah bulan penuh keberkahan di mana setiap amal saleh mendapat ganjaran berlipat. Tarawih yang dilakukan dengan istiqamah akan menghadirkan pahala yang jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Kesimpulan
Semoga dengan memahami tata cara dan keutamaannya, kita semakin semangat menjalankan salat tarawih dengan khusyuk, konsisten, dan penuh keikhlasan.
Sumber Referensi
- https://www.suara.com/lifestyle/2026/02/23/110422/tata-cara-salat-tarawih-sendiri-di-rumah-yang-benar-ini-keutamaannya




