Umat Islam telah memasuki bulan Ramadhan 1447 H sejak Kamis (19/2/2026). Di bulan suci ini, setiap Muslim wajib menjalankan ibadah puasa dan dianjurkan untuk segera berbuka saat waktu Maghrib tiba.
Lalu, muncul pertanyaan: makan dulu atau berdoa dulu saat buka puasa?
Dikutip dari NU Online, Ustadz M. Ali Zainal Abidin menjelaskan bahwa waktu paling utama membaca doa buka puasa adalah setelah selesai menyantap hidangan berbuka.
Dalam artikelnya yang berjudul Doa Buka Puasa, Dibaca Sesudah Berbuka atau Sebelumnya?, ia menyebutkan bahwa meskipun membaca doa sebelum berbuka tetap mendapatkan kesunnahan, namun yang lebih utama adalah membacanya setelah selesai makan atau minum.
Pendapat ini merujuk pada kitab Busyral Karim, yang menegaskan bahwa doa dibaca setelah benar-benar membatalkan puasa.
4 Lafal Doa Buka Puasa Ramadhan
Berikut beberapa bacaan doa buka puasa yang dapat dipilih sesuai riwayat dan pendapat ulama:
1. Doa Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu
Artinya:
“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
2. Doa Riwayat Abdullah bin Umar
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin:
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah.”
3. Penjelasan dalam Kitab I’anah at-Thalibin
Dalam kitab I’anah at-Thalibin karya Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dijelaskan bahwa doa utama yang dibaca setelah berbuka adalah lafal riwayat Mu’adz bin Zuhrah.
Sedangkan doa riwayat Abdullah bin Umar dianjurkan ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan air.
Artinya, keduanya bisa diamalkan sesuai kondisi saat berbuka puasa.
4. Doa Lengkap dalam Hasyiyah Iqna
Dalam kitab Hasyiyah Iqna karya Sulaiman Bujairimi, terdapat lafal doa yang lebih panjang sebagai berikut:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Artinya:
“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Kepada-Mu aku beriman dan bertawakal. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah. Wahai Dzat Yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku petunjuk sehingga aku berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku berbuka.”
Kesimpulan
Membaca doa buka puasa merupakan amalan sunnah yang dianjurkan saat Ramadhan. Berdasarkan penjelasan ulama yang dikutip NU Online, waktu yang paling utama untuk membaca doa adalah setelah selesai berbuka.
Umat Islam dapat memilih salah satu dari empat lafal doa buka puasa Ramadhan di atas sesuai riwayat dan kebiasaan masing-masing. Yang terpenting, berbuka dilakukan tepat waktu dan disertai rasa syukur kepada Allah SWT.
Sumber : https://jateng.nu.or.id




