Adzan merupakan seruan suci yang dikumandangkan lima kali sehari sebagai penanda masuknya waktu salat bagi umat Islam. Selain berfungsi sebagai panggilan untuk menyembah Allah SWT, momen berkumandangnya adzan juga menjadi waktu yang penuh keberkahan.
Rasulullah SAW mengajarkan adab-adab khusus bagi umatnya saat mendengarkan adzan, salah satunya adalah dengan menyimak secara seksama dan membaca doa setelah adzan selesai dikumandangkan. Mengamalkan doa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud penghormatan terhadap seruan ilahi dan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Bacaan Doa Setelah Adzan
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW menjanjikan syafaat bagi siapa saja yang membaca doa tertentu setelah mendengar adzan.
Bacaan tersebut diawali dengan pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan pemilik panggilan yang sempurna dan salat yang akan didirikan.
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Latinnya :
“Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.”
Artinya :
“Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”
Inti dari doa ini adalah memohon kepada Allah agar memberikan wasilah atau kedudukan yang tinggi, keutamaan, kemuliaan, serta derajat yang luhur kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, umat Muslim memohon agar beliau ditempatkan di maqam mahmud atau tempat yang terpuji sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.
Doa ini diakhiri dengan keyakinan bahwa Allah adalah Zat yang tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Doa Khusus Saat Adzan Magrib dan Subuh
Selain doa umum setelah adzan, terdapat bacaan tambahan khusus untuk waktu Maghrib dan Subuh.
Doa Adzan Magrib
Pada waktu Maghrib, doa tambahan tersebut berisi pengakuan atas datangnya malam dan perginya siang, disertai permohonan ampunan kepada Allah.
Berikut ini adalah tambahan bacaan untuk adzan Maghrib:
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ
Latinnya :
Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.
Artinya:
“Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”
Doa Adzan Subuh
Sementara itu pada waktu Subuh, bacaan tambahannya menandakan kedatangan siang dan perginya malam.
Penekanan pada waktu-waktu transisi ini menunjukkan bahwa setiap perubahan waktu dalam Islam merupakan kesempatan bagi hamba untuk kembali memohon ampunan dan perlindungan kepada Sang Pencipta.
Berikut bacaan doa adzan Subuh berbunyi:
اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي
Latinnya :
Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii.
Artinya:
“Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”
Berdoa antara Adzan dan Iqamah
Waktu di antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu paling mustajab (terkabulnya doa). Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang dipanjatkan pada jeda waktu tersebut tidak akan ditolak.
“Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak..” (HR Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi).
Dia menyatakan bahwa hadits ini hasan dan shahih. Anas menambahkan, para sahabat bertanya, apa yang mesti kami ucapkan, wahai Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab,
“Mintalah kepada Allah kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat.”
Dari Abdulah bin Umar, bahwasanya seseorang berkata kepada Rasulullah, sesungguhnya orang yang mengumandangkan adzan memiliki kelebihan daripada antara kami. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Ucapkan sebagaimana yang dia ucapkan. Dan jika telah selesai, mintalah, maka permintaanmu akan dikabulkan.” (HR Ahmad dan Abu Daud).
Sahal bin Sa’ad berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Ada dua perkara yang tidak akan ditolak; doa ketika (selesai) adzan, dan doa dalam keadaan terjepit, yaitu ketika sebagian orang saling menyerang antara yang satu dengan yang lain.” (HR Abu Daud dengan sanad yang shahih).
Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan, terutama meminta kesehatan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.
Kesimpulan
Dengan menjawab adzan sesuai tuntunan dan dilanjutkan dengan doa yang tulus, seorang Muslim tidak hanya menjalankan sunnah Nabi, tetapi juga membuka pintu rahmat dan pengampunan Allah seluas-luasnya di setiap waktu salat.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7395789/doa-setelah-adzan-arab-latin-dan-artinya

Komentar