Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi memulai penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) reguler tahap pertama tahun 2026. Program ini difokuskan untuk membantu 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah terdampak banjir, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap dampak bencana yang mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat di tiga provinsi tersebut.
Anggaran Rp1,83 Triliun untuk PKH dan Sembako
Di kutip dari radarkediri Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa distribusi bantuan sudah berjalan sejak awal Februari 2026. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp1,83 triliun.
Bantuan yang diberikan meliputi:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan sembako untuk kebutuhan pokok
Dana tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga yang terdampak bencana serta membantu menjaga daya beli masyarakat.
Bansos Adaptif untuk Pemulihan Pascabencana
Selain bantuan reguler, Kemensos juga menyalurkan bantuan khusus kebencanaan atau Bansos Adaptif. Program ini dirancang untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat setelah banjir.
Beberapa bentuk bantuan yang disediakan antara lain:
- Dukungan logistik seperti dapur umum dan kebutuhan dasar
- Santunan serta jaminan hidup (jadup) bagi korban
- Bantuan isi hunian senilai Rp3 juta untuk pembelian perabot rumah tangga
- Stimulus modal usaha guna mendorong pemulihan ekonomi keluarga terdampak
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung kemandirian warga dalam jangka panjang.
Pengawasan Ketat dan Validasi Data
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah menerapkan sistem verifikasi berlapis. Data penerima mengacu pada data nasional BNPB, kemudian ditetapkan oleh kepala daerah berdasarkan skema By Name By Address.
Proses validasi akhir dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri sebelum dana dicairkan. Dari total 53 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 29 daerah telah dinyatakan siap menerima bantuan setelah proses validasi selesai.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga mendorong percepatan realisasi anggaran, termasuk pemberian uang lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari di samping bantuan sembako.
Libatkan Pilar Sosial untuk Transparansi
Dalam pelaksanaannya, Kemensos menggandeng berbagai unsur sosial seperti Tagana, pendamping PKH, serta Karang Taruna. Mereka bertugas melakukan verifikasi lapangan, pemantauan distribusi, hingga dokumentasi pelaporan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak tanpa potongan atau penyimpangan.
Kesimpulan
Penyaluran Bansos tahap pertama 2026 menjadi upaya konkret pemerintah dalam membantu warga terdampak banjir di Sumatera.
Dengan alokasi anggaran besar, pengawasan ketat, serta dukungan lintas lembaga, program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Sumber
https://radarkediri.jawapos.com/nasional/787214226/bansos-pkh-tahap-1-cair-bareng-sembako-di-wilayah-ini-17-juta-kpm-diutamakan-korban-bencana?page=2




