Saat malam Ramadhan tiba, suasana masjid sering dipenuhi cahaya lampu dan lantunan ayat suci, menandai waktu sholat Tarawih yang menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat sunnah ini dilakukan setelah Isya dan menjadi salah satu ibadah malam yang sangat dianjurkan.
Agar pelaksanaannya sah dan mendapatkan keberkahan, setiap Muslim perlu mengetahui niat Sholat Tarawih, baik bagi yang menjadi imam, makmum, maupun yang melaksanakan sendiri di rumah. Memahami niat dengan benar akan membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Dalam Islam, niat merupakan rukun utama setiap ibadah. Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907]
Hadis ini menegaskan bahwa niat adalah penentu diterima atau tidaknya ibadah, termasuk Sholat Tarawih. Sebelum mengangkat takbiratul ihram, seorang Muslim harus meniatkan sholat ini dengan ikhlas hanya karena Allah.
Bacaan Niat Shalat Tarawih
Sebenarnya, niat cukup dihadirkan di dalam hati saat mengucapkan takbiratul ihram. Namun, sebagian orang melafalkan niat untuk membantu menghadirkan kesungguhan dan kekhusyukan.
Berikut ini bacaan niat shalat Tarawih :
Niat sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lilahi ta’alaa”
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala”
Niat sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lilahi ta’alaa”
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”
Niat Shalat Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ala.”
Artinya:
“Saya niat sholat sunah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala”
Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan
Dilansir dari laman detik.com, dalam buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi’i & Lukman Hakim, sholat Tarawih dilakukan setelah Isya. Biasanya dikerjakan secara berjamaah di masjid, tetapi sah juga bila dikerjakan sendiri di rumah.
Jumlah rakaat bervariasi, mulai dari 8 hingga 20 rakaat, dengan pola dua rakaat satu salam. Setelah menyelesaikan Tarawih, dianjurkan melanjutkan dengan sholat Witir sebagai penutup malam agar rangkaian ibadah malam menjadi lengkap. Niat cukup hadir di dalam hati, sementara melafalkannya dengan lisan bisa membantu menjaga kekhusyukan.
Keutamaan Tarawih Sangat Besar
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Kesimpulan
Sholat Tarawih bukan sekadar rutinitas malam, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak pahala, dan menumbuhkan rasa syukur di bulan yang penuh keberkahan.
Menjaga niat dan kekhusyukan akan membuat setiap rakaat Tarawih menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan menyentuh hati.
Sumber referensi
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7801789/niat-sholat-tarawih-lengkap-arab-latin-dan-terjemahannya




