10 Manfaat Buah Mengkudu Bagi Kesehatan
Mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan buah yang berwarna hijau, kecil, dan memiliki banyak tonjolan kecil di permukaannya. Mengkudu ditemukan di Asia Tenggara, Australia, dan India. Manfaat buah mengkudu untuk kesehatan sudah dikenal sejak lama.
Meski rasanya sangat pahit, namun banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan buah ini untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari sakit kepala, influenza, hingga diabetes. Hal ini berkat beragamnya komponen nutrisi yang terkandung dalam buah mengkudu.
Mulai dari akar, batang, kulit, daun, hingga buah, buah-buahan mengandung berbagai nutrisi. Banyak orang yang memanfaatkan buahnya hanya untuk membuat obat herbal dan mengolahnya dengan menjadikan buah ini minuman atau jus.
Kandungan Nutrisi Buah Mengkudu
Berdasarkan data dari USDA Food Data Central, berikut kandungan nutrisi yang terkandung pada setidaknya 30ml jus buah mengkudu:
-
Kalori, sebesar 5,1 kkal
-
Karbohidrat, sebesar 1 gram
-
Gula, sebesar 1 gram
-
Natrium, sebesar 5,1 miligram
-
Vitamin C, sebesar 9 miligram
-
Beberapa Mineral:
-
Zat besi
-
Kalsium
-
Potasium
-
Tembaga
-
Magnesium
-
Sodium
-
Zinc
-
Fosfor
-
Selenium
-
-
Beragam Antioksidan:
-
Flavonoid
-
Lignan
-
Iridoid
-
Antrakuinon
-
Kumarin
-
Terpenoid
-
Sterol
-
Asam lemak
-
Polisakarida
-
Manfaat Buah Mengkudu Bagi Kesehatan
Berikut ini adalah beberapa manfaat buah mengkudu yang baik bagi kesehatan:
-
Menjaga Berat Badan Ideal
Buah mengkudu cocok untuk diet karena kemampuannya dalam mengontrol kadar gula darah. Selain itu, buah mengkudu memiliki efek pencegah kolesterol sehingga dapat membantu Anda menjaga berat badan ideal.
-
Meningkatkan Imunitas Tubuh
Buah mengkudu juga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Scopoletin yang terdapat pada buah mengkudu memiliki sifat anti inflamasi, antijamur, dan antibakteri yang membantu tubuh melawan virus. Secara tidak langsung, buah mengkudu meningkatkan imunitas dan memperkuat daya tahan tubuh.
-
Meningkatkan Fungsi Otak
Nutrisi yang terkandung dalam buah Mengkudu dapat meningkatkan fungsi memori otak. Mengkonsumsi akar buah mengkudu dapat membantu melindungi daya ingat otak Anda. Manfaat buah mengkudu tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tapi juga untuk kulit.
-
Merawat Kulit
Buah mengkudu sering dianggap sebagai buah ajaib untuk perawatan kulit. Antioksidan vitamin C dan E membantu mengencangkan kulit dan mencegah kerutan. Ini dapat membantu kulit Anda terlihat lebih muda dan sehat.
-
Melawan Radikal Bebas
Buah mengkudu sering dikonsumsi dalam bentuk jus. Kandungan antioksidan yang tinggi pada buah ini mampu melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan terpenting yang ditemukan dalam jus mengkudu termasuk beta-karoten, iridoid, serta vitamin C dan E.
-
Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Manfaat mengkudu lainnya adalah dapat menunjang kesehatan jantung. Buah pace dapat menurunkan lemak darah dan kolesterol serta mengurangi peradangan yang dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung. Bagi non-perokok, jus buah ini juga disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung.
-
Menangkal Stres yang Berlebih
Beragamnya antioksidan yang terdapat pada buah pace memungkinkan buah ini meningkatkan kesehatan otak. Mengonsumsinya dapat mencegah penurunan fungsi otak akibat stres, depresi, dan kecemasan.
-
Mencegah Kerusakan Hati (Liver)
Buah mengkudu tidak hanya baik untuk jantung, juga bergizi tinggi dan melindungi liver dari berbagai penyakit. Buah ini terbukti memiliki efek hepatoprotektif yang dapat melindungi hati dari paparan kronis bahan kimia eksogen. Senyawa yang terdapat pada buah mengkudu juga dapat membantu mencegah penyakit yang dapat merusak hati.
-
Menurunkan Kadar Gula Darah
Buah mengkudu juga mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini dikarenakan buah mengkudu mengandung zat pahit yang mengontrol kadar insulin dalam darah.
-
Mengurangi Resiko Kanker
Kandungan antioksidan yang tinggi dapat melindungi penggunanya dari risiko kanker. Hal ini dikarenakan kandungan antioksidannya mampu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif seringkali dikaitkan dengan berkembangnya berbagai penyakit, terutama kanker.



