PKH/BPNT Masih Ada, Benarkah BLT Dihapus?
Benarkah BLT Dihapus? Pembahasan mengenai skema bantuan sosial (bansos) tahun 2026 mulai memunculkan banyak pertanyaan.
Di tengah wacana perombakan skema perlindungan sosial, sejumlah program disebut tetap berjalan, sementara yang lain dikabarkan akan dihentikan.
Salah satu isu yang paling banyak dibicarakan adalah nasib Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Fokus Pemerintah: Perlindungan Sosial yang Lebih Terarah
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai mendorong bansos yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada pengentasan kemiskinan jangka panjang.
Program yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan keluarga miskin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), diperkirakan tetap menjadi prioritas.
PKH diarahkan untuk membantu keluarga miskin yang memiliki komponen rentan, seperti ibu hamil, anak sekolah, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, BPNT berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan dasar melalui penyaluran bantuan dalam bentuk saldo yang dapat digunakan untuk membeli bahan makanan.
Kedua program ini dinilai tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, seperti memastikan anak tetap sekolah dan meningkatkan gizi keluarga.
Bagaimana Dengan BLT?
Berbeda dengan PKH dan BPNT, BLT biasanya hadir sebagai kebijakan responsif: dikeluarkan pada masa krisis, bencana, atau kondisi ekonomi tertentu. Karena sifatnya sementara, muncul wacana bahwa BLT tidak lagi menjadi program rutin.
Jika benar dihentikan, kebijakan tersebut umumnya dilandasi pertimbangan agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi lebih produktif dan berkelanjutan.
Pemerintah cenderung mendorong program pemberdayaan, pelatihan kerja, hingga bantuan usaha mikro agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan tunai.
Namun, perlu dicatat: penghentian BLT bukan berarti tidak ada lagi bantuan dalam bentuk uang sama sekali. Bisa saja program serupa hadir dengan skema, nama, atau sasaran yang berbeda, menyesuaikan kondisi ekonomi.
Tantangan Penyaluran dan Ketepatan Sasaran
Walau skema baru diharapkan lebih efektif, tantangan tetap ada. Beberapa hal yang sering dikeluhkan masyarakat antara lain:
- Data penerima yang belum sepenuhnya akurat
- Proses verifikasi yang memakan waktu
- Perbedaan informasi antara pusat dan daerah
Perbaikan sistem data terpadu menjadi salah satu kunci. Tanpa basis data yang valid, program apa pun berisiko tidak tepat sasaran.
Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat?
Jika perubahan benar terjadi, masyarakat perlu:
- Memastikan nama terdaftar di data kependudukan dan data terpadu kesejahteraan.
- Mengikuti informasi resmi dari pemerintah pusat maupun daerah.
- Menghindari berita yang belum jelas sumbernya.
Segala bentuk pendaftaran bansos sebaiknya dilakukan melalui jalur resmi, bukan melalui pihak yang meminta imbalan.
Kesimpulan
Isu mengenai perubahan skema bansos 2026 menunjukkan bahwa kebijakan perlindungan sosial terus berkembang. PKH dan BPNT kemungkinan tetap menjadi tulang punggung bantuan, sementara BLT berpotensi dikaji ulang sesuai kebutuhan.




