Perkembangan teknologi membuat aktivitas belanja online semakin digemari masyarakat Indonesia. Kemudahan memilih produk dan melakukan transaksi tanpa harus keluar rumah menjadi alasan utama meningkatnya minat belanja daring.
Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko penipuan online juga ikut meningkat, terutama sejak masa pandemi ketika permintaan produk seperti masker, hand sanitizer, dan alat kesehatan melonjak tajam.
Pertumbuhan Pengguna E-Commerce di Indonesia
Jumlah pengguna e-commerce di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Statista, pada 2025 pengguna e-commerce mencapai sekitar 73,06 juta orang. Angka ini kemudian meningkat menjadi 151,9 juta pengguna dan diperkirakan terus bertambah hingga lebih dari 168 juta pengguna. Pertumbuhan ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha digital, tetapi juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Cara Aman Berbelanja Online
Agar terhindar dari modus penipuan, masyarakat perlu menerapkan beberapa langkah pencegahan saat berbelanja secara online, di antaranya:
- Pilih platform belanja terpercaya
Gunakan aplikasi atau situs e-commerce resmi yang sudah dikenal luas dan memiliki sistem keamanan transaksi yang baik, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, TiktokShop, atau Blibli. - Waspada harga terlalu murah
Penawaran harga yang jauh di bawah pasaran sering kali menjadi umpan pelaku penipuan. Jangan mudah tergiur diskon besar tanpa memastikan kredibilitas penjual. - Cermati ulasan dan testimoni
Testimoni tidak selalu mencerminkan pengalaman pembeli yang sebenarnya. Ada kemungkinan ulasan dibuat secara fiktif untuk menarik calon korban. - Simpan bukti transaksi
Setelah melakukan pembayaran, simpan bukti transfer atau riwayat transaksi. Dokumen ini penting jika terjadi kendala atau dugaan penipuan. - Periksa detail produk
Foto produk yang ditampilkan tidak selalu sesuai dengan barang asli. Mintalah foto asli produk atau tanyakan tingkat kesesuaian barang dengan gambar yang ditampilkan. - Cek rekening penjual
Sebelum melakukan pembayaran, periksa rekening tujuan melalui layanan resmi seperti situs cekrekening.id yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghindari rekening bermasalah. - Pastikan identitas penjual jelas
Penjual yang kredibel biasanya mencantumkan informasi lengkap seperti nama usaha, alamat, email, dan nomor kontak yang dapat dihubungi.
Kesimpulan
Meningkatnya tren belanja online menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dan berhati-hati dalam bertransaksi. Dengan memahami cara belanja online yang aman dan selalu melakukan pengecekan sebelum membeli, risiko penipuan dapat diminimalkan sehingga pengalaman belanja daring tetap nyaman dan aman.
Sumber
- Kumparan.com
- https://indonesiabaik.id/infografis/7-tips-aman-agar-belanja-online-nyaman




