THR ASN 2026 Naik atau Tetap? Berikut Nominal dan Jadwal Pencairan. Pemerintah mengonfirmasi bahwa THR untuk ASN tahun 2026 akan dicairkan dan jumlahnya akan lebih tinggi dibandingkan THR ASN tahun 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa untuk THR ASN tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun.
Alokasi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 10,22 persen jika dibandingkan dengan anggaran THR ASN tahun 2025 yang sebesar Rp49 triliun. Pemerintah memastikan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1447 H untuk ASN dan pensiunan akan dicairkan lebih awal. Langkah ini bertujuan untuk mendukung persiapan menyambut hari raya dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama.
Jadwal pencairan
Menurut keterangan resmi dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Senin, 16 Februari 2026, anggaran THR senilai Rp55 triliun telah disiapkan untuk ASN, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri. Rencananya, THR ini akan mulai disalurkan di awal bulan Ramadan 2026.
Komponen THR ASN 2026
Berdasarkan kebijakan sebelumnya, THR ASN yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diprediksi akan mencakup:
- Gaji pokok.
- Tunjangan pangan.
- Tunjangan keluarga.
- Tunjangan jabatan.
- Tunjangan kinerja (tukin).
Estimasi besaran THR ASN 2026
Walaupun pemerintah belum memberikan angka pasti untuk THR tahun ini, penetapan jumlah THR bagi ASN akan didasarkan pada struktur gaji serta disesuaikan dengan pangkat dan golongan masing-masing.
Berikut ini adalah estimasi besaran THR:
- Golongan I: Rp2,2 juta – Rp2,8 juta.
- Golongan II: Rp3 juta – Rp4 juta.
- Golongan III: Rp3,8 juta – Rp5,4 juta.
- Golongan IV: Rp5,8 juta – Rp7,8 juta.
Total Belanja Negara
Proyeksi belanja pemerintah pada kuartal pertama tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp809 triliun, termasuk anggaran untuk THR ASN, TNI, dan Polri. Tingginya serapan anggaran di awal tahun diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi domestik. Secara lebih rinci, pemerintah juga telah mengalokasikan Rp62 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rp6 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera, dan Rp13 triliun untuk paket stimulus.
Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menekankan bahwa belanja pemerintah di kuartal pertama tahun 2026 harus dijalankan dengan tepat waktu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid pada tahun 2025 diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2026.
“Kami memperkirakan di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” ujarnya.
Dia percaya bahwa target pertumbuhan ini adalah angka yang mengesankan. Jika tercapai, Purbaya menegaskan, Indonesia bisa keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen. Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diprediksi semakin kuat pada kuartal pertama tahun 2026.
Ini didukung oleh momen libur dan cuti bersama pada saat perayaan Imlek dan Idul Fitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA). Dengan adanya jadwal dan estimasi yang jelas, diharapkan para ASN dapat merencanakan keuangan keluarga lebih baik. THR lebih awal ini diharapkan dapat membantu persiapan Lebaran sekaligus memberikan stimulan bagi perekonomian nasional di awal tahun 2026.
Sumber
https://economy.okezone.com/read/2026/02/18/622/3202146/besaran-thr-asn-2026-ini-jadwal-pencairannya




