Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Pemerintah memastikan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 akan segera dicairkan pada awal bulan Ramadan.
Informasi ini menjadi angin segar bagi para pegawai negeri yang menantikan tambahan penghasilan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Jadwal Pencairan THR ASN 2026
Pencairan THR direncanakan mulai pekan pertama puasa. Jika awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, maka penyaluran THR diperkirakan dimulai 26 Februari 2026.
Kebijakan ini bertujuan membantu ASN dan aparat negara memenuhi kebutuhan selama Ramadan sekaligus mempersiapkan perayaan Lebaran.
Komponen THR yang Diterima ASN
THR yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencakup beberapa unsur penghasilan, yaitu:
- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
- Tunjangan kinerja (tukin)
Besaran yang diterima akan menyesuaikan dengan komponen penghasilan masing-masing pegawai.
Ketentuan Khusus untuk Guru, Dosen, dan CPNS
Pemerintah juga menetapkan skema berbeda bagi beberapa kelompok ASN:
- Guru dan dosen yang tidak menerima tunjangan kinerja akan memperoleh tunjangan profesi sebesar satu bulan penghasilan.
- CPNS tetap mendapatkan THR dengan komponen yang sama, namun gaji pokok dibayarkan sebesar 80 persen, sesuai ketentuan kepegawaian.
Anggaran THR 2026 Naik dari Tahun Sebelumnya
Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran THR sekitar Rp55 triliun.
Jumlah ini meningkat 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp49 triliun.
Kenaikan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli ASN serta mendukung perputaran ekonomi menjelang Hari Raya.
THR Diharapkan Dongkrak Konsumsi Ramadan dan Lebaran
Pencairan THR pada awal Ramadan diharapkan dapat:
- Membantu ASN memenuhi kebutuhan ibadah dan keluarga selama puasa
- Meningkatkan konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri
- Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2026
Kesimpulan:
THR ASN 2026 dipastikan cair pada minggu pertama Ramadan, dengan komponen lengkap sesuai penghasilan masing-masing.
Dukungan anggaran yang meningkat menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan pegawai sekaligus penggerak ekonomi menjelang Lebaran.




