Peristiwa gerhana bulan selalu menjadi peristiwa alam yang menarik perhatian banyak orang. Gerhana bulan terjadi ketika bulan memasuki wilayah bayang-bayang bumi. Akibatnya, sinar matahari yang mengarah ke permukaan bulan terhalang oleh bumi. Bulan yang saat itu tengah purnama berwarna kuning cerah, secara perlahan akan menjadi gelap hingga akhirnya berwarna merah bata. Fenomena ini disebut juga sebagai gerhana bulan total atau blood moon.
Di tahun ini, gerhana bulan total akan kembali menghiasi langit Indonesia setelah tiga tahun absen pada Selasa, 3 Maret 2026. Pada saat gerhana bulan ini terjadi, Kementerian Agama (Kemenag RI) mengimbau masyarakat melakukan sholat gerhana bulan atau sholat khusuf. Lantas, bagaimana niat dan tata cara sholat gerhana bulan atau sholat khusuf ini? Simak informasinya berikut.
Bacaan Niat Sholat Gerhana Bulan
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman detikcom, mengacu pada Buku Praktis Ibadah, berikut adalah niat sholat gerhana bulan:
أُصَلَّى السُنَّةَ لِحُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushalla sunnatal khusufil qamari rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahita’ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Masih melansir dari laman yang sama, berikut tata cara pelaksanaan sholat gerhana bulan:
- Membaca niat sholat gerhana yang telah disebutkan diatas
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Dilanjutkan dengan membaca taawudz dan surah Al Fatihah
- Membaca surah yang cukup panjang, seperti surah Al Baqarah atau surah lainnya
- Rukuk sambil memanjangkannya
- Iktidal
- Setelah iktidal tak langsung sujud tetapi membaca surah Al Fatihah kembali dan membaca surah yang lebih pendek dari sebelumnya
- Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
- Bangkit dari rukuk (iktidal)
- Melakukan sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Melakukan sujud kedua
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama, tetapi bacaan lebih ringkas
- Tasyahud akhir
- Salam
Hukum Sholat Gerhana Bulan
Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum sholat gerhana bulan adalah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan. Namun, ada juga yang sebagian berpendapat bahwa sholat gerhana bersifat wajib.
Kesimpulan
Demikian penjelasan mengenai niat, tata cara, dan hukum sholat gerhana bulan yang dapat diamalkan saat fenomena ini terjadi. Sebagai ibadah sunnah muakkad, sholat gerhana menjadi momen untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan saat gerhana bulan berlangsung.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8379766/niat-dan-tata-cara-sholat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026




