Shalat Tarawih yang dilaksanakan secara berjamaah pada bulan Ramadhan memang sangat dianjurkan. Namun dalam kondisi tertentu seseorang bisa saja tidak dapat mengikuti shalat Tarawih berjamaah di masjid. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kesibukan pekerjaan, sedang melakukan perjalanan, atau adanya uzur lainnya.
Meskipun demikian, umat Muslim tetap dapat menunaikan shalat Tarawih secara sendiri di rumah. Ibadah ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena merupakan amalan yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW selama hidupnya, kemudian dilanjutkan oleh para sahabat setelah beliau.
Bagi yang tidak dapat melaksanakan Tarawih berjamaah, shalat ini tetap dapat dilakukan secara sendiri. Berikut penjelasan mengenai cara melaksanakan shalat Tarawih sendiri.
Niat Shalat Tarawih Sendiri Di Rumah
Bagi yang melaksanakan shalat Tarawih sendirian, berikut bacaan niat yang dapat dibaca:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā
Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.
Niat memiliki peranan penting dalam pelaksanaan shalat, karena menjadi salah satu unsur yang menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah. Dengan niat tersebut, shalat Tarawih dibedakan dari ibadah shalat lainnya.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Jumlah rakaat shalat Tarawih yang dikerjakan secara sendiri pada dasarnya sama dengan yang dilakukan secara berjamaah, yaitu sebanyak 20 rakaat.
وهي عشرون ركعة مجمع على سنيتها… ولا تصح بنية مطلقة بل ينوي ركعتين من التراويح أو من قيام رمضان أو سنة التراويح
Artinya: Shalat Tarawih berjumlah 20 rakaat yang disepakati kesunnahannya… Shalat tarawih tidak sah dikerjakan dengan niat shalat mutlak (tanpa penyebutan kata tarawih di dalam hati), tetapi ia harus meniatkan shalat dua rakaatnya sebagai bagian dari shalat Tarawih, shalat malam bulan Ramadhan, atau shalat sunnah tarawih (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, halaman 112).
Cara Melaksanakan Shalat Tarawih Sendiri
Shalat Tarawih termasuk dalam kategori shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari. Oleh karena itu, pelaksanaannya mengikuti ketentuan shalat sunnah malam, yaitu dilakukan dua rakaat kemudian salam.
ولا يصح أن يصلي أربعا منها بسلام بل لا بد أن يكون كل ركعتين منها بسلام لأنها وردت كذلك
Artinya: Shalat Tarawih tidak sah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua rakaat karena hadits menyatakan demikian (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, halaman 112).
Adapun surat yang dibaca setelah Surat Al-Fatihah bersifat sunnah. Seseorang yang melaksanakan shalat Tarawih sendiri dapat memilih surat Al-Qur’an yang mudah baginya untuk dibaca.
Secara umum, tata cara shalat Tarawih sendiri menurut Mazhab Syafi’i adalah sebagai berikut:
Membaca Niat Shalat Tarawih
Berikut niat shalat tarawih sendiri dengan benar:
- Menghadirkan niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Mengucapkan takbiratul ihram sambil meniatkan shalat.
- Membaca ta’awudz dan Surat Al-Fatihah.
- Setelah Al-Fatihah, membaca salah satu surat pendek Al-Qur’an dengan suara yang dapat didengar (jahar).
- Melakukan rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk sejenak sebelum berdiri untuk rakaat berikutnya.
- Berdiri kembali dan melaksanakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Mengakhiri dua rakaat dengan salam.
- Setelah selesai shalat Tarawih, dianjurkan memperbanyak istighfar serta membaca doa kamilin
Kesimpulan
Semoga dengan memahami tata cara pelaksanaan shalat Tarawih sendiri, kita tetap dapat menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah dan meraih keutamaan yang telah dijanjikan.
Sumber Referensi
- https://lampung.nu.or.id/syiar/berikut-ini-tata-cara-shalat-tarawih-sendiri-k0I1E




