Sholat Witir merupakan ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sering disebut sebagai penutup dari rangkaian sholat malam (lail). Meskipun sangat identik dengan bulan Ramadan setelah sholat Tarawih, Witir sebenarnya dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam di luar Ramadan. Berikut panduan menyeluruh mengenai teknis pelaksanaan sholat Witir agar jamaah dapat menjalankannya dengan sempurna.
Bacaan Niat Sholat Witir
Niat sholat Witir dibedakan berdasarkan cara pengerjaannya, apakah dilakukan sekaligus atau dibagi menjadi dua bagian (dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam).
Niat Sholat Witir Satu Rakaat
Umumnya digunakan sebagai penutup singkat.
Lafalnya : “Usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aala.”
Artinya : “Saya berniat mengerjakan sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Tiwir Tiga Rakaat Sekaligus
Jika dilakukan dengan pola 2+1, maka niat rakaat pertama dan kedua difokuskan sebagai bagian dari Witir.
Lafalnya : “Usholli sunnatal witri tsalatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aala.”
Artinya : “Saya berniat mengerjakan sholat sunah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksaan Sholat Witir
Pelaksanaan sholat Witir mengikuti standar sholat sunnah pada umumnya, dimulai dari takbiratul ihram hingga salam.
Jika dikerjakan tiga rakaat sekaligus (satu salam), maka biasanya dilakukan tanpa tahiyat awal agar tidak menyerupai sholat Magrib.
Urutan gerakan meliputi membaca Al-Fatihah, surat pendek (disunnahkan Al-A’la pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada kedua, dan Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas pada ketiga), rukuk, i’tidal, sujud, dan diakhiri dengan tasyahud akhir.
Dikutip dari laman Detik.com, berikut tata cara pelaksanaan sholat Witir :
- Membaca niat sholat Witir
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram
- Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjut surat Al-A’laa
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri dan masuk rakaat kedua
- Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjut surat Al-Kafirun
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri dan masuk rakaat ketiga
- Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjut surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
- Rukuk
- İ’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Setelah salam terakhir ini dilanjutkan dengan membaca doa.
Kesimpulan
Sholat Witir bukan sekadar rutinitas sholat penutup, melainkan manifestasi pengakuan seorang hamba bahwa Allah itu Esa (ganjil) dan menyukai hal-hal yang ganjil.
Sumber
https://www.detik.com/jogja/berita/d-7243565/bacaan-niat-sholat-witir-tata-cara-jumlah-rakaat-dan-doa-setelahnya




