Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam bulan Ramadhan yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, serta keberkahan yang luar biasa bagi hamba-Nya yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Banyak umat Islam berusaha mengetahui tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah sekadar mencari tanda, melainkan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah.
Apa Itu Malam Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan, yang berarti setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar.
Secara historis, malam Lailatul Qadar juga diyakini sebagai waktu ketika wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut dengan harapan mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?
Waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Namun, banyak hadis yang menyebutkan bahwa malam ini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Baca Juga Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Simak Perkiraan Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar umumnya diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di akhir Ramadhan.
Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Beberapa malam yang diyakini memiliki peluang besar menjadi malam Lailatul Qadar adalah:
- Malam ke-21 Ramadhan
- Malam ke-23 Ramadhan
- Malam ke-25 Ramadhan
- Malam ke-27 Ramadhan
- Malam ke-29 Ramadhan
Perhitungan tersebut biasanya mengikuti hari pertama puasa yang kamu jalani pada awal Ramadhan.
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis
Beberapa hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan tanda-tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar. Mengutip MUI Digital, tanda-tanda ini biasanya dapat dirasakan pada malam hari maupun terlihat pada pagi setelahnya.
Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Salah satu tanda paling terkenal tentang malam Lailatul Qadar disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab. Hadis tersebut menjelaskan kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar.
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).
Hadis ini menjelaskan bahwa pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit dengan warna putih dan tidak memancarkan sinar yang menyilaukan seperti biasanya.
Malam Terasa Tenang dan Tidak Terlalu Panas atau Dingin
Tanda lain dari malam Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi. Hadis tersebut menggambarkan kondisi malam yang penuh ketenangan dan kesejukan.
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361).
Hadis ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang damai dan menenangkan sehingga orang yang beribadah akan merasakan ketenangan yang berbeda dari malam lainnya.
Mengapa Tidak Dianjurkan Terlalu Fokus Mencari Tandanya?
Walaupun beberapa tanda telah dijelaskan dalam hadis, para ulama mengingatkan bahwa umat Islam tidak seharusnya hanya fokus mencari tanda-tanda tersebut.
Tujuan utama dari sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak ibadah. Jika seseorang terlalu sibuk menebak kapan malam Lailatul Qadar terjadi, hal itu justru bisa mengalihkan perhatian dari amalan yang seharusnya dilakukan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amal kebaikan.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Agar memiliki peluang besar mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar, kamu dapat memperbanyak berbagai amalan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Memperbanyak Salat Malam
Salat malam seperti tarawih, tahajud, dan witir menjadi amalan utama untuk menghidupkan malam Ramadhan.
Memperbanyak Doa dan Dzikir
Memperbanyak doa, istighfar, dan dzikir menjadi cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon ampunan.
Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an
Karena malam Lailatul Qadar berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an, membaca dan memahami maknanya merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Memperbanyak Amal Kebaikan
Selain ibadah pribadi, kamu juga dianjurkan untuk meningkatkan sedekah dan berbagai perbuatan baik kepada sesama.
Penutup
Malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Walaupun terdapat beberapa tanda yang dijelaskan dalam hadis, waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Karena itu, cara terbaik untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar adalah dengan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan melalui ibadah, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal kebaikan. Dengan kesungguhan beribadah, kamu memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT pada malam yang sangat mulia tersebut.
Sumber: https://mui.or.id/baca/berita/tanda-tanda-alam-munculnya-lailatul-qadar-menurut-hadits-nabi




