Memasuki waktu berbuka puasa, beragam pilihan takjil menggoda selera. Namun, di tengah maraknya minuman kemasan tinggi gula, pilihan alami seperti timun suri, kelapa muda, dan jus buah segar justru dinilai lebih bermanfaat bagi tubuh.
Pemerhati pembangunan asal Lampung, Mahendra Utama, menilai bahwa takjil tradisional bukan sekadar pelengkap meja makan Ramadan. Menurutnya, bahan-bahan alami tersebut memiliki peran penting dalam membantu tubuh pulih setelah berpuasa seharian.
Timun Suri, Pilihan Segar Rendah Risiko Lonjakan Gula
Timun suri kerap menjadi primadona saat Ramadan. Kandungan airnya yang mencapai sekitar 95 persen membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa. Selain itu, buah ini mengandung vitamin A, C, E, serta mineral seperti kalium dan fosfor yang mendukung keseimbangan tubuh.
Serat alaminya juga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Dibandingkan es campur atau minuman sirup dengan tambahan gula berlebihan, timun suri menjadi alternatif yang lebih ramah bagi sistem pencernaan dan metabolisme.
Kelapa Muda, Sumber Elektrolit Alami
Air kelapa muda dikenal memiliki komposisi elektrolit yang mirip dengan cairan tubuh manusia. Kandungan kalium, natrium, dan magnesium di dalamnya efektif membantu proses rehidrasi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah drastis.
Di iklim tropis seperti Indonesia, kelapa muda menjadi pilihan ideal untuk mengembalikan stamina. Bahkan, beberapa ahli menyarankan menambahkan sedikit garam untuk membantu menyeimbangkan kadar elektrolit agar manfaatnya lebih optimal.
Jus Buah Segar untuk Energi Cepat
Selain timun suri dan kelapa muda, jus buah segar seperti jeruk, semangka, atau melon juga bisa menjadi menu berbuka yang menyehatkan. Kandungan fruktosa alami memberikan energi secara bertahap sehingga tubuh tidak mengalami “shock” akibat lonjakan gula mendadak.
Namun, penting untuk menghindari tambahan gula berlebih. Campuran air putih dalam jus juga dapat membantu mengurangi kadar gula sekaligus menjaga asupan cairan tetap cukup.
Pentingnya Pola Minum Selama Ramadan
Agar kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi, disarankan menerapkan pola minum 4-2-2, yakni empat gelas saat berbuka, dua gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur. Dengan cara ini, kebutuhan cairan sekitar 2 hingga 2,6 liter per hari dapat tercapai.
Mengutamakan takjil alami dibanding minuman tinggi gula tidak hanya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, tetapi juga mendukung kesehatan jantung, ginjal, serta sistem pencernaan.
Kesimpulan
Memilih timun suri, kelapa muda, dan jus buah segar sebagai menu berbuka puasa merupakan langkah cerdas untuk menjaga kebugaran selama Ramadan. Selain menyegarkan, ketiganya membantu proses rehidrasi dan pemulihan energi secara alami.
Dengan pola konsumsi yang tepat dan tanpa tambahan gula berlebihan, Ramadan bisa dijalani dengan tubuh yang lebih sehat dan bertenaga.
Sumber
Manfaat Timun Suri dan Kelapa Muda untuk Buka Puasa Ramadan: Bikin Tubuh Segar Kembali!




