Simak Kabar Terbaru Bansos! Update KPM Bansos PKH-BPNT dan PIP Tahap 2 dan Saldo Masuk Bank BNI hingga Rp600 Ribu
Beberapa hari terakhir, ramai beredar kabar di media sosial mengenai status bansos PKH dan BPNT tahap kedua yang sudah berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
Bahkan, ada klaim saldo bansos sudah masuk di Bank BNI sebesar Rp500.000 dan Rp600.000.
Berdasarkan pengecekan di lapangan dan hasil komunikasi dengan operator SIKS NG, informasi akurat berhasil diperoleh.
Baca Juga: Cek Selengkapnya! Cara Mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp3,5 Juta
Status di aplikasi SIKS-NG pendamping sosial untuk keempat bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) masih dalam tahap proses verifikasi rekening.
Meskipun ada klaim SPM dan saldo masuk yang beredar, informasi dari operator SIKS NG supervisor juga menegaskan bahwa belum ada proses SPM secara fix untuk PKH dan BPNT tahap kedua.
Perlu diingat, pembaruan di SIKS NG pendamping sosial memang cenderung lebih lambat dibandingkan dengan SIKS NG supervisor.
Jadi, meskipun ada kabar baik yang beredar, saat ini belum ada konfirmasi resmi bahwa PKH dan BPNT tahap kedua sudah mencapai status SPM atau bahwa saldo sudah ditransfer secara massal.
Bagi penerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), ada informasi yang sangat penting!
Jika Anda belum melakukan aktivasi rekening, sisa waktu hanya satu hari lagi.
Batas terakhir aktivasi rekening adalah 28 Mei 2025 pukul 23.59 WIB. Jika tidak dilakukan, bantuan Anda berisiko gagal dicairkan.
Imbauan ini berlaku bagi KPM baru PIP atau KPM yang baru diusulkan. Proses pencairan PIP sebenarnya sudah berjalan.
Apabila Anda sudah melihat keterangan “Dana sudah ditransfer” di situs pip.kemdikbud.go.id, Anda bisa langsung datang ke bank penyalur berikut:
Baca Juga: Apakah Kampus Favoritmu Termasuk? Ini Daftar 20 PTN Penerima KIP Kuliah Terbanyak pada UTBK SNBT 2025
•Bank BRI untuk jenjang SD dan SMP
•Bank BNI untuk jenjang SMA dan SMK
Semoga informasi terkait bansos PKH dan BPNT ini bermanfaat bagi Anda semua, para penerima bantuan.



