Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar di 96 Titik Hilal, Kapan 1 Ramadhan 1447 H?

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar di 96 Titik Hilal, Kapan 1 Ramadhan 1447 H?

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar di 96 Titik Hilal, Kapan 1 Ramadhan 1447 H?

Penetapan awal Ramadhan 1447 H / 2026 M akan kembali ditentukan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah. Sidang ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memastikan kapan ibadah puasa resmi dimulai berdasarkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab.

Melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah akan melaksanakan pemantauan hilal di 96 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat bersama para ulama, pakar astronomi, dan perwakilan ormas Islam sebelum diumumkan secara resmi ke publik.

Lantas, kapan 1 Ramadhan 1447 H jatuh di tahun 2026? Berikut informasi lengkapnya.



Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 H akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026. Melalui sidang ini, pemerintah akan menentukan secara resmi kapan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan,

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung,”




Tiga Agenda Utama Sidang Isbat

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan penting dalam rangkaian sidang isbat awal Ramadhan 2026, yaitu:

Ia menambahkan bahwa dalam menetapkan awal Ramadan, termasuk Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha, Kemenag menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyah.

Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H. Hal ini selaras dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 mengenai penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.



Pemantauan Hilal di 96 Titik Indonesia

Tim Falakiyah Kemenag Aceh saat melakukan pemantauan hilal awal Ramadhan di gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (28/2/2025).

Pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadan 1447 H yang digelar pada 17 Februari 2026 dilakukan di 96 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasil pengamatan tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam sidang isbat.

Abu Rokhmad menegaskan pentingnya sidang ini sebagai forum ilmiah dan kebersamaan umat. Ia menyatakan:

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,”

Pemantauan hilal yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat. Berikut daftar lengkapnya yang dilansir dari kompas.com:



Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat




Riau

Kepulauan Riau

Jambi

Sumatera Selatan




Bangka Belitung

Bengkulu

Lampung

DKI Jakarta




Jawa Barat

Banten

Jawa Tengah




DI Yogyakarta

Jawa Timur




Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Kalimantan Utara

Bali




NTB

NTT

Sulawesi Selatan

Sulawesi Barat

Sulawesi Tenggara




Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Maluku




Maluku Utara

Papua

Papua Barat

Daftar ini menunjukkan luasnya cakupan pemantauan hilal yang dilakukan pemerintah untuk memastikan penetapan awal Ramadhan 2026 dilakukan secara akurat dan menyeluruh di seluruh Indonesia.



Data Hisab Awal Ramadhan 1447 H

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Pada saat matahari terbenam di seluruh Indonesia, posisi hilal masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara -2 derajat 24 menit 42 detik hingga -0 derajat 58 menit 47 detik. Sementara sudut elongasinya berkisar 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Secara teoritis, kondisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan (seperti standar MABIMS).

Kesimpulan

Untuk melengkapi hasil hisab, pengamatan langsung dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya. Seluruh laporan dari titik rukyat tersebut akan menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan awal Ramadhan 2026.



Sumber

https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/14/073000165/jadwal-sidang-isbat-dan-96-titik-lokasi-pengamatan-hilal-1-ramadhan-2026?page=all#page2

Exit mobile version