Penentuan kapan puasa pada tahun 2026 ini akan diputuskan hari ini melalui Sidang Isbat atau Sidang penentuan awal puasa. Sidang isbat berlangsung mulai pukul 16.00 WIB dan diselenggarakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Sidang isbat merupakan agenda rutin pemerintah untuk menentukan awal bulan ramadhan dan digelar setiap menjelang ramadhan. Pelaksanaan sidang isbat tahun ini tetap menggunakan pendekatan integrasi antara metode hisab dan rukyatul hilal.
Menurut pemerintah, sidang isbat menjadi jalan tengah untuk menjembatani perbedaan metode penentuan awal bulan.
Sidang Isbat Pendekatan Integrasi Metode Hisab Dan Rukyatul Hilal
Sidang Isbat adalah metode penentuan dengan memadukan perhitungan astronomi dan pemantauan langsung hilal. Hal ini sangat penting karena akan menghasilkan keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah sekaligus syar’i.
“Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani perbedaan metode penentuan awal bulan yang digunakan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad akhir pekan lalu.
Selain itu, sidang isbat juga akan mengundang dan melibatkan berbagai perwakilan organisasi Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hidayatullah hingga Persatuan Umat Islam.
Sejumlah pakar falak dan astronomi dari lembaga pemerintah maupun institusi riset juga turut diundang, termasuk BMKG, BRIN, Planetarium, serta jaringan observatorium di berbagai daerah.
Secara teknis, sidang isbat akan melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab, penerimaan laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia, dilanjutkan dengan sidang penetapan tertutup, dan diakhiri dengan pengumuman resmi melalui konferensi pers oleh Menteri Agama.
Posisi Hilal 17 Februari 2026 Belum Penuhi Kriteria MABIMS
Jika dilihat dari informasi data hisab maka posisi hilal ketika matahari terbenam pada pukul 17 Februari 2026, kisaran minus 2 derajat hingga kurang dari 1 derajat. Sudut elongasi di bawah ambang kriteria visibilitas hilal MABIMS.
Terkait hal tersebut, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menyampaikan bahwa secara perhitungan astronomi, posisi tersebut belum memenuhi standar keterlihatan hilal.
“Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” ujarnya.
Ia menambahkan, ijtimak diproyeksikan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB dan data tersebut akan menjadi dasar awal sebelum dikonfirmasi melalui laporan rukyat dari berbagai daerah.
“Seluruh data hisab dan hasil rukyat nantinya akan dibahas dalam sidang isbat sebelum ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama,” tambahnya.
Ramadhan Dimulai Kapan
Pemerintah mengatakan bahwa penanggalan hijriah pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama masih bersifat prediksi. Kalender hijriah rilisan Kementerian Agama memperkirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan resmi terkait 1 Ramadhan 1447 masih akan menunggu sidang isbat selesai dan jika ketika pemantauan hilal memenuhi kriteria maka awal puasa akan berpotensi dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sebaliknya, bila hilal tidak teramati, maka awal Ramadan kemungkinan bergeser sehari menjadi Kamis, 19 Februari 2026.
Arsad pun mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan final pemerintah dan tidak berspekulasi lebih awal. “Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah. Sidang isbat adalah mekanisme resmi penetapan awal Ramadan di Indonesia,” katanya.




