Sidang Isbat untuk menentukan awal puasa Ramadhan digelar oleh Kementerian Agama sore hari ini. Proses sidang akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat sekitar pukul 16.30 WIB, pada Selasa (17/2/2026).
Sidang isbat merupakan metode Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menentukan awal puasa Ramadhan dan digelar setiap tahun.
Tiga Tahapan Sidang Isbat Awal Puasa 2026
Dalam menentukan awal puasa Ramadhan, Kementerian Agama melakukan sidang isbat. Sidang isbat merupakan rangkaian dalam menentukan 1 Ramadhan dengan melalui 3 tahapan.
Tiga tahapan utama dalam rangkaian sidang isbat hari ini, yakni seminar posisi hilal, verifikasi hasil rukyatul hilal, dan musyawarah pengambilan keputusan.
Tahapan Seminar Posisi Hilal
Tahap awal dimulai dengan penyampaian data hisab oleh tim ahli dari Kementerian Agama. Dalam sesi ini, dipaparkan posisi hilal atau bulan sabit muda berdasarkan perhitungan astronomi. Data tersebut menjadi landasan ilmiah awal sebelum dilakukan pengamatan langsung di lapangan.
Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal
Setelah pemaparan hisab, dilakukan pengecekan dan verifikasi terhadap laporan rukyatul hilal dari 96 titik pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Titik-titik pengamatan tersebut dipilih secara strategis guna memperoleh laporan akurat terkait kemungkinan terlihatnya hilal.
Musyawarah dan Pengambilan Keputusan (Konferensi Pers)
Tahap terakhir adalah musyawarah bersama seluruh peserta sidang. Dalam forum ini, data hisab dan hasil rukyat dibahas secara menyeluruh sebelum diambil keputusan final.
Keputusan yang dihasilkan kemudian ditetapkan sebagai acuan resmi pemerintah dan diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers yang akan digelar sekitar pukul 19.05 WIB.
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 H pada Selasa (17/2/2026) sore hari ini. Sebelum diputuskan, Kemenag melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.




