Setelah Aktivasi Rekening, Bantuan PIP Akan Cair Bulan Ini? Simak Penjelasannya
Setelah Aktivasi Rekening, Bantuan PIP Akan Cair Bulan Ini? Simak Penjelasannya. Ribuan orang tua dan siswa yang terdaftar dalam Program Indonesia Pintar sangat menantikan kehadiran dana bantuan di rekening mereka. Pertanyaan yang terus muncul adalah: setelah rekening diaktivasi, kapan dana PIP dapat dicairkan?
Sayangnya, pencairan dana tidak langsung terjadi setelah aktivasi. Prosesnya tergantung pada jadwal distribusi dari bank yang bersangkutan serta kerja sama dengan pihak sekolah.
Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan finansial dari pemerintah untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau berisiko jatuh miskin, guna membantu biaya pendidikan.
Murid SD mendapatkan Rp450.000 setiap tahun. Untuk siswa SMP, jumlahnya Rp750.000 per tahun. Sedangkan pelajar SMA/SMK memperoleh Rp1,8 juta dalam setahun.
Siswa yang berada di kelas akhir menerima setengah dari jumlah tersebut: kelas 6 SD memperoleh Rp225.000, kelas 9 SMP mendapat Rp375.000, dan kelas 12 SMA/SMK mendapatkan Rp900.000. Ini menjelaskan mengapa bantuan ini sangat dinantikan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
Mengapa Ribuan Siswa Tidak Mendapatkan Bantuan?
Yang lebih memprihatinkan, ada ribuan siswa yang seharusnya mendapat PIP, tetapi gagal menerima bantuan meskipun rekening mereka sudah diaktivasi. Data dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) menunjukkan bahwa pada fase 1 penyaluran PIP 2025, dari 26,2 juta siswa yang dinyatakan “layak PIP”, sebanyak 3,6 juta siswa ditolak oleh sistem.
Penolakan ini disebabkan oleh data yang tidak memenuhi kriteria, baik tidak lengkap, tidak valid, maupun tidak logis. Tahun lalu, 572.507 siswa mengalami masalah karena NISN yang tidak tepat, 1,5 juta mengalami kendala pada NIK, 162.532 siswa salah dalam mencantumkan tanggal lahir, dan 70. 066 siswa ditolak karena pendapatan orang tua melebihi Rp5 juta.
Berdasarkan informasi dari Sosialisasi NSPK PIP Tahun 2025 oleh Puslapdik, setiap siswa harus memiliki NIK yang sah dan terdaftar di Dapodik serta terintegrasi dengan data dari Dukcapil Kemendagri. NIK di Indonesia terdiri dari 16 digit angka, tanpa huruf atau spasi.
Banyak siswa tidak memenuhi syarat karena NIK di Dapodik mengandung huruf, ada spasi, atau memiliki jumlah digit yang kurang. Sistem secara otomatis menolak data jika formatnya tidak sesuai.
Permasalahan lainnya muncul ketika NIK siswa tidak terdaftar dalam database Dukcapil atau terdapat perubahan data yang belum sinkron antara Dukcapil dan Dapodik.
Siswa juga berisiko gagal jika NISN mereka tidak terdaftar di Pusdatin Kemendikdasmen. Penyebab umum dari masalah ini adalah penggunaan NISN yang fiktif atau salah penulisan. NISN harus terdiri dari 10 digit angka tanpa huruf atau spasi.
Kesalahan lain yang banyak terjadi adalah: nama siswa, tanggal lahir, dan nama ibu yang tidak valid di Dapodik. Usia siswa juga harus berada dalam rentang 6 hingga 21 tahun. Pendapatan orang tua yang tercatat di atas Rp5 juta juga menjadi kendala dalam pencairan dana.
Cara Memperbaiki Data
Sekolah dan orang tua dapat memperbaiki data yang bermasalah. Sekolah harus mengakses vervalpd.data.kemdikbud.go.id untuk melakukan perbaikan. Orang tua atau siswa juga dapat langsung mengubah data lewat nisn.data.kemdikbud.go.id.
Perbaikan ini mencakup nama siswa, nama orang tua, NISN, NIK, tanggal lahir, dan informasi lainnya. Pastikan melakukan perbaikan ini sebelum tenggat waktu berikutnya.
Cara Memeriksa Penerima PIP 2025
Orang tua bisa memantau status pencairan melalui ponsel. Bukalah browser dan akses pip.kemendikdasmen.go.id, pilih menu “Cek Penerima PIP”, masukkan NISN dan NIK tanpa spasi, kemudian klik “Cari”.
Sistem akan memperlihatkan nama siswa serta keadaan pencairan, apakah dana sudah diterima di rekening atau masih dalam tahap pemrosesan oleh sekolah dan bank yang menyalurkan.
Sumber : kompas.tv




