Seleksi ASN 2026 kembali membuka peluang besar bagi kamu yang ingin berkarier sebagai aparatur negara. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan membuka rekrutmen PPPK tahap 3 dan 4 dengan total 32.460 formasi, menyasar tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam pemenuhan gizi nasional.
Mengenal Badan Gizi Nasional dan Perannya
Badan Gizi Nasional merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang dibentuk untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Keberadaan lembaga ini menjadi tulang punggung program strategis nasional di bidang kesehatan dan pangan.
BGN resmi dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 dan mulai beroperasi penuh sejak Agustus 2024. Sejak 19 Agustus 2024, posisi Kepala Badan Gizi Nasional dijabat oleh Dadan Hindayana. Lembaga ini juga mendapatkan dukungan anggaran besar mencapai Rp71 triliun untuk menjalankan program-programnya.
Tujuan dan Fungsi Utama Badan Gizi Nasional
Sebagai lembaga strategis, BGN memiliki mandat besar dalam memastikan kualitas gizi nasional tetap terjaga dan merata. Tugas ini dijalankan melalui berbagai fungsi yang terstruktur.
Tugas Pokok Badan Gizi Nasional
BGN bertanggung jawab memastikan pemenuhan gizi nasional melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan, serta pelaksanaan kebijakan teknis di bidang gizi dan pangan.
Fungsi Strategis BGN
Beberapa fungsi utama BGN antara lain:
- Mengarahkan dan mengoordinasikan kebijakan teknis pemenuhan gizi
- Melaksanakan kebijakan distribusi dan penyediaan gizi
- Melakukan pemantauan serta pengawasan program gizi nasional
- Mengelola aset dan kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya
- Menjalankan fungsi tambahan sesuai arahan Presiden
Struktur Organisasi Badan Gizi Nasional
Struktur BGN dirancang untuk memastikan kebijakan dan pelaksanaan program berjalan seimbang dan terkontrol.
Dewan Pengarah
Dewan Pengarah bertugas memberikan arahan strategis kepada Dewan Pelaksana. Anggotanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga purnawirawan TNI/Polri.
Dewan Pelaksana
Dewan Pelaksana menjalankan operasional harian, termasuk pengelolaan program gizi dan pelaksanaan kebijakan teknis di lapangan.
Rencana Rekrutmen PPPK BGN Tahap 3 dan 4 Tahun 2026
Rekrutmen PPPK BGN tahap 3 dan 4 menjadi bagian dari target besar pengadaan ASN di lingkungan BGN pada 2026. Total formasi yang akan dibuka mencapai 32.460 orang.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa seleksi tahap 3 dan 4 akan dibuka setelah proses seleksi tahap 2 selesai. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR pada Selasa, 20 Januari 2026.
Gambaran Seleksi PPPK BGN Tahap Sebelumnya
Sebelum tahap lanjutan dibuka, BGN telah melaksanakan rekrutmen dalam dua tahap awal.
Hasil Rekrutmen Tahap 1
Pada tahap pertama, BGN mengangkat 2.080 orang ASN yang mulai bertugas per 1 Juli 2025.
Rekrutmen Tahap 2
Tahap kedua membuka 32.000 formasi, terdiri dari:
- 31.250 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
- 375 akuntan
- 375 tenaga gizi
Saat ini, peserta tahap 2 tengah menjalani pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan pengusulan Nomor Induk PPPK, dengan pengangkatan diperkirakan mulai 1 Februari 2026.
Peluang dan Dampak Rekrutmen PPPK BGN 2026
Rekrutmen PPPK BGN tahap 3 dan 4 membuka peluang luas bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan kesehatan nasional. Selain memperkuat layanan gizi, seleksi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga profesional di bidang akuntansi dan gizi.
Syarat Umum PPPK BGN 2026
Untuk mengikuti seleksi PPPK BGN 2026, kamu wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum berikut:
- Warga Negara Indonesia
- Usia minimal 20 tahun dan maksimal 50 tahun
- Tidak pernah dipidana penjara dua tahun atau lebih
- Tidak pernah diberhentikan tidak hormat dari instansi mana pun
- Tidak sedang berstatus CPNS, PNS, TNI, Polri, atau siswa sekolah kedinasan
- Tidak terlibat partai politik atau organisasi terlarang
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
- Memenuhi kualifikasi pendidikan sesuai formasi
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
Prediksi Jadwal Seleksi PPPK BGN Tahap 3 dan 4
Meski belum diumumkan resmi, seleksi PPPK BGN tahap 3 dan 4 diperkirakan mulai dibuka pada Februari 2026, setelah seluruh proses tahap 2 rampung.
Secara umum, tahapan seleksi meliputi:
- Pengumuman formasi
- Pendaftaran online
- Seleksi administrasi
- Seleksi kompetensi
- Pengumuman kelulusan
Dokumen yang Harus Disiapkan
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, kamu perlu menyiapkan dokumen berikut:
- KTP dan Kartu Keluarga
- Ijazah dan transkrip nilai
- SKCK
- Surat keterangan sehat dan bebas narkoba
- Pas foto terbaru
- Surat pengalaman kerja (jika dipersyaratkan)
- Dokumen tambahan sesuai formasi
Cara Pendaftaran PPPK BGN 2026
Pendaftaran PPPK BGN dilakukan secara daring melalui portal resmi SSCASN BKN.
Langkah-langkah pendaftarannya sebagai berikut:
- Akses laman https://sscasn.bkn.go.id
- Buat akun dan lengkapi data diri
- Unggah dokumen persyaratan dalam bentuk scan
- Pastikan dokumen jelas dan sesuai ketentuan
- Pilih satu lokasi ujian
- Cetak kartu ujian setelah pendaftaran selesai
Kesalahan unggah dokumen atau data tidak valid berisiko membuat kamu dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Penutup
Rekrutmen PPPK BGN tahap 3 dan 4 pada Seleksi ASN 2026 menjadi kesempatan emas bagi kamu yang ingin berkontribusi di bidang gizi nasional.
Dengan total 32.460 formasi, seleksi ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat layanan gizi untuk masyarakat Indonesia. Pantau terus pengumuman resmi BGN dan Kementerian PAN RB agar tidak ketinggalan informasi penting.
sumber: https://radarsemarang.jawapos.com/pemerintahan/727140455/seleksi-asn-2026-buka-rekrutmen-pppk-bgn-tahap-3-dan-4-total-32460-formasi-berikut-prediksi-jadwal-syarat-cara-dokumen-pendaftarannya?page=9




