Santri Era Digital! Beasiswa Non-Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren 2025 Resmi Dibuka
Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan kompetensi santri agar mampu bersaing di era digital.
Melalui program Beasiswa Non-Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren 2025, para santri kini memiliki kesempatan besar untuk mempelajari keterampilan teknologi dan media kreatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Program ini resmi dibuka pada awal tahun 2025 oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta beberapa lembaga pendidikan tinggi dan pesantren modern di seluruh Indonesia.
Dengan tema “Santri Kreatif, Pesantren Inovatif, Indonesia Digital”, beasiswa ini bertujuan membentuk generasi muda pesantren yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Fokus Pelatihan: Dari Desain Digital hingga Produksi Konten Kreatif
Beasiswa Non-Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren 2025 menghadirkan berbagai materi pelatihan yang relevan dengan industri kreatif masa kini. Peserta akan mengikuti pelatihan intensif di bidang:
- Desain grafis dan ilustrasi digital, menggunakan aplikasi profesional seperti Adobe Illustrator dan Canva.
- Video editing dan animasi dasar, dengan panduan langsung dari praktisi multimedia.
- Produksi konten dakwah digital, yang mengajarkan cara membuat pesan keagamaan dalam format visual menarik dan mudah dipahami masyarakat.
- Manajemen media sosial dan strategi branding pesantren, untuk memperluas jangkauan dakwah dan informasi pesantren di dunia maya.
Fotografi digital dan storytelling visual, guna memperkuat narasi pesantren melalui gambar dan video.
Seluruh pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung (hands-on learning) agar peserta benar-benar memahami proses produksi multimedia dari tahap awal hingga publikasi.
Syarat dan Proses Pendaftaran Beasiswa
Program ini terbuka untuk santri aktif di seluruh pesantren Indonesia yang memenuhi kriteria berikut:
- Terdaftar secara resmi sebagai santri di pesantren minimal selama satu tahun.
- Berusia 17–30 tahun dan memiliki minat di bidang multimedia, desain, atau teknologi informasi.
- Mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren atau lembaga pendidikan terkait.
- Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara penuh hingga akhir program.
- Tidak sedang menerima beasiswa lain dengan bidang serupa pada tahun berjalan.
- Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Beasiswa Santri Digital di laman beasiswasantri.kemenag.go.id.
- Pendaftar cukup mengunggah dokumen seperti kartu santri, surat rekomendasi pimpinan pesantren, serta portofolio karya atau motivasi tertulis mengenai alasan mengikuti program.
Tahapan seleksi terdiri dari verifikasi dokumen, tes motivasi, dan wawancara daring. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan melalui situs resmi Kemenag dan mendapatkan notifikasi langsung melalui email atau pesan WhatsApp.
Manfaat Langsung bagi Santri dan Pesantren
Santri yang diterima dalam program ini akan memperoleh berbagai manfaat nyata. Selain pelatihan multimedia, peserta juga akan mendapatkan:
- Sertifikat kompetensi non-gelar yang diakui oleh Kementerian Agama dan Kominfo.
- Fasilitas pelatihan gratis, termasuk modul digital, akses perangkat komputer, dan lisensi software kreatif selama masa pelatihan.
- Mentoring langsung dari praktisi industri kreatif dan akademisi teknologi digital.
- Kesempatan magang di lembaga media dan startup teknologi yang bermitra dengan program ini.
Program ini tidak hanya mengembangkan kemampuan individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pesantren.
Para santri lulusan pelatihan diharapkan menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan pesantren, seperti mengelola kanal YouTube dakwah, merancang desain promosi kegiatan, atau membuat konten edukatif untuk media sosial.
Kesimpulan
Beasiswa Non-Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren 2025 menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi digital pesantren di Indonesia.
Program ini membuktikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi dan media kreatif, tanpa meninggalkan identitas religiusnya.
Bagi santri di Kota Medan maupun daerah lainnya, kesempatan ini menjadi momentum untuk berinovasi dan berkontribusi dalam dunia digital.
Dengan semangat “Santri Era Digital”, generasi muda pesantren kini siap melangkah menuju masa depan yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing global.
