Saldo PIP 2025 Bisa Dicek di HP, Ikuti Cara Lewat SIPINTAR Ini
Saldo PIP 2025 Bisa Dicek di HP, Ikuti Cara Lewat SIPINTAR Ini. Sekarang, penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dapat memeriksa saldo dan status pencairan bantuan langsung dari ponsel mereka.
Kemudahan ini bisa diakses melalui aplikasi SIPINTAR, yang dapat digunakan kapan saja tanpa harus pergi ke sekolah atau bank.
PIP adalah bantuan dari pemerintah dalam bentuk uang tunai untuk pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu atau rentan dengan tujuan membantu biaya pendidikan.
Jumlah bantuan bervariasi tergantung pada tingkatan pendidikan. Untuk tingkat SD, bantuan yang diberikan mulai dari Rp450.000, sedangkan untuk SMA/SMK bisa mencapai Rp1,8 juta per tahun.
Agar bisa memastikan apakah bantuan sudah dicairkan dan siap diambil, siswa atau orang tua bisa melakukan pengecekan secara online menggunakan perangkat seluler, berdasarkan informasi dari Pusat Informasi Kemendikdasmen.
Cara Cek Status di HP
Mengecek saldo PIP melalui ponsel sangat mudah dan tidak memerlukan aplikasi khusus. Anda hanya perlu menggunakan browser yang ada di perangkat Anda.
Pertama-tama, buka browser di ponsel seperti Chrome, Safari, atau Firefox. Lalu, kunjungi situs https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1 melalui browser tersebut.
Di halaman utama SIPINTAR, cari kotak yang bertuliskan “Cari Penerima PIP”. Isilah kolom yang tersedia dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa dengan lengkap.
Setelah kedua informasi dimasukkan, jawab pertanyaan sederhana yang muncul di layar untuk verifikasi. Kemudian, klik tombol “Cek Penerima PIP”.
Sistem akan segera menampilkan status penerimaan secara otomatis. Data yang muncul mencakup nama siswa yang terdaftar sebagai penerima dan informasi mengenai status pencairan dana, apakah sudah cair atau masih dalam proses.
Menu Lengkap untuk Penerima
Setelah berhasil masuk ke SIPINTAR, penerima dapat mengeksplorasi berbagai menu untuk mendapatkan informasi lebih mendalam. Menu “Data Peserta Didik” menunjukkan informasi tentang siswa yang terdaftar dalam KIP, termasuk opsi untuk mencetak KIP Digital.
Untuk mengetahui detail lebih lanjut tentang status pencairan, penerima dapat membuka menu “Peserta Didik SK Pemberian”. Di menu ini, ada opsi filter berdasarkan tahun, tahap, dan status pencairan, dengan pilihan “Cair” atau “Belum Cair”.
Siswa juga dapat mencetak Kartu Indonesia Pintar (KIP) Digital langsung dari ponsel melalui menu yang ada. Caranya adalah dengan memilih “Cetak by Nomor KIP” atau “Cetak by NIK”, lalu mengunduh file KIP Digital ke perangkat.
Cara Penarikan Dana
Setelah memverifikasi status pencairan melalui ponsel, penerima harus menyiapkan dokumen untuk mengambil dana. Dokumen yang diperlukan adalah fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP orang tua, dan buku tabungan dari rekening SimPel.
Jika belum memiliki rekening, penerima harus melakukan aktivasi terlebih dahulu di bank yang telah ditentukan. Siswa SD dan SMP menggunakan Bank BRI, sementara siswa SMA dan SMK menggunakan Bank BNI, dan untuk kawasan Aceh, menggunakan Bank BSI.
Ada tiga cara untuk menarik dana PIP
- Pertama, melakukan aktivasi rekening melalui bank penyalur untuk penerima baru atau pemilik SK Nominasi.
- Kedua, penarikan secara langsung melalui teller bank bagi mereka yang sudah memiliki rekening SimPel atau SK Pemberian.
- Ketiga, penarikan dapat dilakukan menggunakan kartu debit di mesin ATM atau agen Laku Pandai.
Besaran Bantuan Per Jenjang
Jumlah bantuan PIP disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Siswa SD atau yang setara akan menerima Rp450.000 per tahun untuk kebutuhan seperti seragam, buku, dan alat tulis.
Siswa SMP atau yang setara mendapatkan Rp750.000 per tahun, sedangkan untuk tingkat SMA/SMK mendapatkan Rp1.800.000 per tahun.
Untuk siswa di kelas akhir, ada peraturan khusus. Siswa kelas 6 SD hanya menerima Rp225.000, kelas 9 SMP mendapatkan Rp375.000, dan kelas 12 SMA/SMK memperoleh Rp900.000, yang merupakan setengah dari jumlah biasanya.
Waktu pengiriman dana PIP dapat bervariasi antar penerima. Untuk itu, siswa atau orang tua disarankan untuk secara rutin memeriksa status pencairan menggunakan ponsel agar tidak melewatkan informasi saat dana sudah tersedia untuk diambil.



