Rincian Tarif Listrik April-Juni 2025 per Kwh
Tarif listrik merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pengeluaran bulanan masyarakat. Pada kuartal kedua tahun 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa tarif listrik tidak mengalami perubahan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri
Mengapa Tarif Listrik Tidak Naik?
Kebijakan untuk tidak menaikkan tarif listrik ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Oleh karena itu, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap sama dengan periode sebelumnya.
Rincian Tarif Listrik April-Juni 2025
Berikut ini adalah rincian tarif listrik per kWh yang akan berlaku selama periode April hingga Juni 2025:
Pelanggan Rumah Tangga Bersubsidi
– Daya 450 VA: Rp 415 per kWh
– Daya 900 VA: Rp 605 per kWh
Pelanggan Rumah Tangga Non-Subsidi
– Daya 900 VA: Rp 1. 352 per kWh
– Daya 1. 300 VA: Rp 1. 444,70 per kWh
– Daya 2. 200 VA: Rp 1. 444,70 per kWh
– Daya 3. 500-5. 500 VA: Rp 1. 699,53 per kWh
– Daya 6. 600 VA ke atas: Rp 1. 699,53 per kWh
Pelanggan Bisnis
– Daya 6. 600 VA – 200 kVA: Rp 1. 444,70 per kWh
– Daya di atas 200 kVA: Rp 1. 114,74 per kWh
Pelanggan Industri
– Daya di atas 200 kVA: Rp 1. 114,74 per kWh
– Daya 30. 000 kVA ke atas: Rp 996,74 per kWh
Pelanggan Pemerintah
– Daya 6. 600 VA – 200 kVA: Rp 1. 699,53 per kWh
– Daya di atas 200 kVA: Rp 1. 522,88 per kWh
Penerangan Jalan Umum
– Tarif: Rp 1. 699,53 per kWh
Kebijakan ESDM dan PLN
Kementerian ESDM terus mendorong PT PLN (Persero) untuk melakukan efisiensi operasional dan meningkatkan penjualan listrik sambil menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.
Penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan parameter ekonomi makro seperti kurs dan inflasi.



