Program Bansos 2026 Masih Jalan
Memasuki awal 2026, pemerintah memberikan kepastian terkait program bantuan sosial. Meskipun terjadi penyesuaian anggaran dan evaluasi program, penyaluran bansos tetap berlangsung, namun dengan kebijakan yang lebih terfokus dan berkelanjutan.
Hal ini berarti tidak semua jenis bantuan sebelumnya akan diteruskan, dan penerima diwajibkan memastikan data mereka akurat dan terbaru.
Tulisan ini akan mengulas bansos 2026 dari sisi perubahan kebijakan: jenis bantuan yang tetap diberikan, yang dihentikan, alasan penguatan validasi data, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengecek status penerimaannya.
Wajah Baru Program Bansos di Tahun Anggaran 2026
Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI sedang merombak strategi perlindungan sosial. Tujuannya tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan konsumsi, tetapi juga memastikan bantuan sampai ke keluarga yang paling membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Perubahan ini berdampak pada jenis program yang dijalankan serta cara penyalurannya.
Bantuan yang Dihentikan
Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghentian BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp900.000. Airlangga Hartarto menegaskan bahwa BLT Kesra bersifat stimulus sementara untuk kondisi tertentu, bukan program rutin tahunan.
Dampak Penghentian BLT Kesra
- Anggaran difokuskan untuk program reguler
- Prioritas diberikan pada bantuan berbasis kebutuhan pokok
- Penentuan penerima manfaat dilakukan lebih tepat sasaran
Program Bansos yang Tetap Berlanjut
Meski ada bantuan yang dihentikan, pemerintah menegaskan beberapa program inti tetap menjadi pilar utama dalam penyaluran bansos nasional.
1. PKH: Dukungan untuk Keluarga Rentan
Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan bagi keluarga kurang mampu, mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Bantuan diberikan secara bertahap sepanjang tahun, dengan besaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga.
2. BPNT: Memastikan Ketahanan Pangan
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dicairkan setiap tiga bulan. Dana ini hanya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan pangan pokok melalui e-warong atau mitra resmi pemerintah.
3. PIP: Mendukung Akses Pendidikan
Program Indonesia Pintar (PIP) ditujukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa menempuh pendidikan. Program ini berperan penting dalam menurunkan angka putus sekolah.
4. PBI JKN: Menjamin Layanan Kesehatan
Melalui PBI JKN, pemerintah menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi warga miskin yang terdaftar, sehingga mereka dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran.
Kesimpulan
Penghentian BLT Kesra menunjukkan perubahan kebijakan menuju program yang lebih tahan lama, sekaligus memperkuat pengecekan data agar bantuan sampai kepada penerima yang benar-benar membutuhkan.




