PKH SMA 2025: Besaran Dana dan Manfaat Bansos PKH untuk Anak SMA 2025
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu bentuk bantuan sosial dari pemerintah Indonesia yang diberikan secara bersyarat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin. Pada tahun 2025, PKH kembali disalurkan dengan sejumlah penyesuaian nominal sesuai kategori penerima, termasuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Apa Itu PKH dan Siapa yang Berhak Menerima?
PKH merupakan bantuan sosial tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga kurang mampu, dengan tujuan mendorong akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Penerima PKH dibagi dalam beberapa kategori, antara lain:
- Ibu hamil atau nifas
- Anak usia dini (0–6 tahun)
- Anak sekolah (SD, SMP, SMA)
- Lansia (60 tahun ke atas)
- Penyandang disabilitas berat
Bagi keluarga yang memiliki anak SMA, bantuan ini diharapkan dapat membantu mencegah putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Besaran Dana PKH 2025 untuk Anak SMA
PKH diberikan empat kali dalam setahun (setiap tiga bulan sekali) melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau kantor pos sesuai wilayah.
Besaran bantuan untuk tahap IV tahun 2025 (Oktober–Desember) adalah sebagai berikut:
- Siswa SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap (Rp2.000.000 per tahun)
- Siswa SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap (Rp1.500.000 per tahun)
- Siswa SD/sederajat: Rp225.000 per tahap (Rp900.000 per tahun)
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun)
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun)
- Lansia & penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 per tahun)
Besaran ini disesuaikan dengan kategori anggota keluarga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga setiap penerima mendapat bantuan sesuai komponennya.
Kewajiban Penerima PKH
Karena PKH bersifat bantuan bersyarat, penerima wajib memenuhi sejumlah kewajiban:
- Anak wajib bersekolah dengan kehadiran minimal
- Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan rutin
- Lansia dan penyandang disabilitas mengikuti pendataan atau pendampingan
- Data keluarga diperbarui secara berkala
- Kegagalan memenuhi kewajiban ini dapat menyebabkan penghentian sementara atau permanen bantuan.
Cara Cek PKH SMA Oktober 2025 Secara Online
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan PKH SMA melalui dua cara:
-
-
Situs Resmi Kemensos
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha
- Klik Cari Data
- Jika nama terdaftar, sistem menampilkan jenis bantuan dan periode pencairan.
-
-
Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store
- Daftar akun dengan NIK, KK, nama lengkap, alamat, dan nomor HP
- Unggah foto KTP dan selfie memegang KTP
- Login, pilih menu Cek Bansos
- Masukkan data wilayah dan nama lengkap, klik Cari Data
Aplikasi ini juga menyediakan fitur “Usul dan Sanggah” untuk perbaikan data atau penambahan calon penerima.
Tanda Dana PKH SMA Sudah Cair
Beberapa indikasi dana PKH tahap IV sudah cair antara lain:
- Status di situs/aplikasi menunjukkan YA
- Periode pencairan tertulis Oktober–Desember 2025
- Ada pemberitahuan dari pendamping sosial atau kantor pos
- RT/RW membagikan undangan pencairan
- Saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bertambah
Jika nama tidak muncul, kemungkinan data belum diperbarui, domisili berbeda antara KTP dan data bansos, atau belum termasuk kategori prioritas. Segera hubungi pendamping sosial atau kelurahan/desa untuk verifikasi.
Kesimpulan
Bansos PKH untuk siswa SMA tahun 2025 sebesar Rp500.000 per tahap (Rp2.000.000 per tahun) membantu meringankan biaya pendidikan dan kebutuhan siswa dari keluarga kurang mampu. Pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran melalui DTSEN dan memudahkan pengecekan status penerima melalui situs dan aplikasi resmi. Dengan PKH, keluarga berpenghasilan rendah mendapatkan dukungan nyata untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.




