Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap awal 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Idulfitri. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Lebaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bahwa program bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan terus berlanjut tanpa jeda panjang.
PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April–Juni 2026
Setelah penyaluran triwulan pertama (Januari–Maret) rampung, pemerintah akan melanjutkan pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 untuk periode April, Mei, dan Juni 2026.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta aktif memantau saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), karena proses peralihan data dan pencairan tahap berikutnya segera dilakukan. Pemerintah menegaskan bahwa kesinambungan bantuan ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Stimulus Ekonomi Rp17,5 Triliun Jelang Lebaran
Untuk memperkuat perlindungan sosial, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17,5 triliun sebagai stimulus menjelang Lebaran 2026. Salah satu program utamanya adalah bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang akan dibagikan sekaligus untuk dua bulan.
Skema rapel ini ditujukan bagi sekitar 18 juta keluarga agar memiliki cadangan bahan pokok selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus meredam dampak lonjakan harga di pasaran.
Program ATENSI dan Bansos Adaptif
Tak hanya bantuan tunai dan pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp20 triliun untuk program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Fokus program ini adalah pemberdayaan kelompok rentan agar lebih mandiri secara ekonomi.
Bantuan yang diberikan meliputi:
- Modal usaha dan peralatan kerja
- Dukungan nutrisi bagi lansia tunggal dan anak yatim
- Alat bantu disabilitas seperti kursi roda dan alat dengar
- Bantuan bagi korban bencana dan kekerasan
Selain itu, tersedia Rp2,3 triliun untuk Bansos Adaptif yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana dan kondisi darurat.
Diskon Transportasi untuk Pemudik
Sebagai tambahan, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa potongan tarif transportasi bagi masyarakat yang akan mudik. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan saat pulang kampung.
Kesimpulan
Percepatan penyaluran bansos tahap 2 tahun 2026 menjadi strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga jelang Idulfitri. Dengan dukungan anggaran triliunan rupiah, bantuan tidak hanya mencakup PKH dan BPNT, tetapi juga stimulus pangan, program pemberdayaan melalui ATENSI, hingga bansos adaptif untuk wilayah terdampak bencana.
Langkah komprehensif ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sosial yang lebih luas, menjaga ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera, serta memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan lebih tenang.
Sumber
https://lombokpost.jawapos.com/nasional/1507203077/intip-prediksi-jadwal-pencairan-bansos-tahap-2-tahun-2026-dan-paket-pangan-rapel-2-bulan




