Kabar gembira kembali datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah. Setelah menunggu sejak awal tahun, bantuan sosial PKH dan BPNT tahap pertama 2026 akhirnya mulai disalurkan secara bertahap melalui sejumlah bank penyalur.
Salah satu informasi yang paling dinanti adalah mulainya pencairan bansos melalui Bank BNI. Proses distribusi kembali berjalan aktif, bahkan dilakukan pada hari libur, guna mempercepat penyaluran hak masyarakat.
Update Pencairan Bansos di Bank Penyalur
Penyaluran bantuan PKH dan BPNT 2026 tahap awal dilakukan melalui Bank BSI, BRI, Mandiri, dan BNI. Dari keempat bank tersebut, Bank BSI tercatat sebagai yang paling cepat menyalurkan bantuan, khususnya untuk BPNT.
Pada tahap awal, BPNT disalurkan dengan total Rp600.000 per KPM. Pencairan tidak dilakukan serentak, melainkan disesuaikan dengan data penerima dan kesiapan sistem di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Bank BNI mulai mencairkan bantuan sejak 7 hingga 8 Februari 2026. Sejumlah pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BNI dari berbagai daerah melaporkan saldo bansos telah masuk ke rekening mereka.
Laporan Pencairan dari Berbagai Daerah
Beberapa KPM mengonfirmasi pencairan bantuan dengan nominal yang berbeda-beda sesuai komponen keluarga, antara lain:
- KPM lansia di Indramayu, Jawa Barat, menerima PKH sebesar Rp600.000
- KPM di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, melaporkan dana masuk sebesar Rp1.125.000
- KPM dengan komponen balita di Sigi, Sulawesi Tengah, menerima bantuan Rp750.000
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pencairan PKH tahap I 2026 kini telah menjangkau hampir seluruh bank penyalur.
Imbauan Kemensos: Dana Segera Digunakan
Kementerian Sosial mengingatkan para penerima bansos untuk segera menarik dan memanfaatkan dana bantuan setelah saldo masuk ke kartu KKS. Dana bansos tidak dianjurkan mengendap terlalu lama, karena dalam jangka waktu tertentu berpotensi dikembalikan ke kas negara. Bantuan sosial ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan, bukan sebagai simpanan jangka panjang.
BPNT Kembali Disalurkan Melalui BSI
Selain PKH, BPNT atau bantuan sembako juga kembali dicairkan. Pada Februari 2026, Bank BSI kembali aktif menyalurkan BPNT, khususnya di wilayah Provinsi Aceh. Sejumlah KPM telah berhasil menarik dana BPNT sebesar Rp600.000, dengan bukti transaksi yang mencantumkan keterangan bantuan sembako. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa bank penyalur lain diperkirakan akan segera menyusul.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng 2026
Tak hanya PKH dan BPNT, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun 2026.
Keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4 akan menerima:
- Beras 20 kilogram untuk dua bulan
- Minyak goreng 4 liter
Bantuan ini direncanakan untuk periode Februari–Maret 2026 dan dijadwalkan mulai disalurkan pertengahan Maret 2026 sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional.
Target 33,2 Juta Keluarga Penerima
Program bantuan pangan 2026 menargetkan sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat setiap bulan. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang dinilai efektif dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kesimpulan
Pencairan PKH, BPNT, serta bantuan pangan tambahan tahun 2026 menjadi angin segar bagi jutaan keluarga kurang mampu. Meski disalurkan secara bertahap, pemerintah memastikan bantuan sosial terus diberikan secara tepat sasaran.
Bagi KPM yang belum menerima dana, disarankan untuk rutin mengecek saldo KKS, memantau informasi resmi, dan tetap bersabar hingga proses pencairan di wilayah masing-masing selesai.
Sumber
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477170182/bpnt-tahap-1-akhirnya-cair-di-kks-bni-kpm-mulai-terima-rp600-ribu-hingga-jutaan-rupiah-plus-kabar-baik-bantuan-beras-dan-minyak-2026




