Program Keluarga Harapan (PKH) kembali disalurkan pemerintah pada 2026 melalui Kementerian Sosial. Bantuan sosial ini ditujukan untuk membantu keluarga miskin dan rentan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar, terutama menjelang dan selama Ramadan 1447 H.
Tahap pertama pencairan diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026, bertepatan dengan bulan puasa.
Momentum ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Jadwal Pencairan PKH 2026 per Tahap
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyaluran PKH dilakukan secara bertahap dalam empat periode (triwulan), yaitu:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Untuk tahap awal, pencairan umumnya mulai berjalan pada Februari hingga Maret. Penerima manfaat disarankan rutin memantau informasi resmi agar tidak tertinggal jadwal penyaluran.
Rincian Nominal Bantuan PKH 2026
Besaran bantuan berbeda sesuai kategori penerima. Berikut estimasi nominal bantuan per tahun beserta pembagian per tahap:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 (Rp750.000 per tahap)
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3.000.000 (Rp750.000 per tahap)
- Siswa SD/sederajat: Rp900.000 (Rp225.000 per tahap)
- Siswa SMP/sederajat: Rp1.500.000 (Rp375.000 per tahap)
- Siswa SMA/sederajat: Rp2.000.000 (Rp500.000 per tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 (Rp600.000 per tahap)
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 (Rp600.000 per tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 (Rp2.700.000 per tahap)
Nominal tersebut disesuaikan dengan komponen penerima dalam satu keluarga.
Syarat Penerima PKH 2026
Agar bisa menerima bantuan PKH, masyarakat harus memenuhi sejumlah kriteria berikut:
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 1–4.
- Termasuk keluarga miskin atau rentan miskin.
- Bukan ASN, anggota TNI/Polri, maupun pegawai BUMN.
- Memiliki NIK dan KK yang valid serta terdata di Dukcapil.
- Memenuhi komponen penerima seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau disabilitas berat.
Pastikan data kependudukan selalu diperbarui agar tidak terkendala saat proses verifikasi.
Cara Cek Status Penerima PKH 2026 Secara Online
Masyarakat dapat memeriksa status bantuan melalui dua cara berikut:
Lewat Website Resmi
- Akses situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai di KTP
- Ketik kode verifikasi (captcha)
- Klik “Cari Data” dan tunggu hasilnya
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima dan periode pencairan.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
- Login atau daftar akun baru
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi dan klik “Cari Data”
Hasil pencarian akan menunjukkan apakah Anda terdaftar sebagai penerima PKH 2026.
Pentingnya Rutin Mengecek Informasi Resmi
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi dari kanal resmi guna menghindari kabar hoaks terkait bansos.
Dengan memantau jadwal dan status pencairan secara berkala, penerima manfaat dapat memastikan bantuan diterima tepat waktu.
Kesimulan
PKH 2026 diharapkan terus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan konsumsi selama Ramadan dan sepanjang tahun.
Sumber
https://www.metrotvnews.com/read/NgxCarlz-bansos-pkh-tahap-1-cair-saat-ramadan-2026-simak-jadwal-dan-cara-ceknya




