PKH 2026: Informasi Pencairan dan Cara Cek Menggunakan NIK
PKH 2026: Informasi Pencairan dan Cara Cek Menggunakan NIK. Program Keluarga Harapan (PKH) dijamin akan terus berlangsung hingga tahun 2026 dengan sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah menegaskan bahwa informasi mengenai penghentian program ini pada akhir 2025 adalah tidak benar. Namun, pembaruan data secara berkala oleh Kementerian Sosial bisa mempengaruhi status keanggotaan.
Indikator penerima PKH 2026 akan diproses
Tidak semua KPM secara otomatis akan melanjutkan penerimaan bantuan. Peluang untuk mencairkan PKH tersedia bagi keluarga yang tergolong dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga 5, yang merupakan kategori ekonomi terendah hingga menengah.
KPM yang berhasil melanjutkan pencairan bantuan hingga tahap keempat pada periode Oktober–Desember 2025 menunjukkan bahwa data keanggotaan mereka tidak bermasalah. Selain itu, kelompok prioritas seperti lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas berat, serta wanita hamil tetap menjadi fokus utama program ini.
Pemerintah juga masih mempertimbangkan keadaan ekonomi terkini dalam pelaksanaan aturan graduasi lima tahun bagi KPM yang sudah lama mendapatkan bantuan. KPM baru yang terdaftar dalam sistem pada tahap ketiga atau keempat 2025 berpotensi besar untuk kembali menerima bantuan. Faktor penting lainnya adalah keabsahan data kependudukan, terutama kesesuaian antara data KTP dan Kartu Keluarga dengan informasi di Dukcapil.
Cara untuk memeriksa status PKH 2026
Untuk memastikan status keanggotaan, KPM dapat memeriksa melalui saluran resmi berikut:
1. Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi “Cek Bansos Kemensos” dari Play Store atau App Store.
Buka menu “Cek Bansos” dan masukkan data sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, nama lengkap).
Lakukan verifikasi captcha dan tekan “Cari Data”.
Informasi mengenai status dan periode pencairan PKH 2026 akan ditampilkan jika terdaftar.
2. Situs resmi Kemensos
Kunjungi situs https://cekbansos.kemensos.go.id.
Masukkan data lokasi dan nama lengkap sesuai KTP, kemudian masukkan kode captcha.
Tekan tombol “Cari Data” untuk melihat informasi penerimaan.
Jumlah bantuan
Hingga saat ini, jumlah bantuan PKH 2026 diperkirakan akan tetap sama dengan tahun 2025, dengan variasi berdasarkan kategori:
Ibu hamil: Rp750 ribu/tahun.
Anak 0–6 tahun: Rp750 ribu/tahun.
Siswa SD: Rp225 ribu/tahun.
Siswa SMP: Rp375 ribu/tahun.
Siswa SMA: Rp500 ribu/tahun.
Lansia di atas 60 tahun: Rp600 ribu/tahun.
Penyandang disabilitas: Rp600 ribu/tahun.
Bantuan akan disalurkan secara bertahap setiap tiga bulan melalui bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN) dan PT Pos Indonesia.
Pemerintah mendorong KPM untuk secara rutin memeriksa status bantuan, memastikan data kependudukan tetap valid dan terbaru, serta melaporkan perubahan kondisi ekonomi melalui desa atau kelurahan setempat.
Koordinasi yang aktif dengan pendamping sosial juga dianggap penting agar status bantuan tetap tercatat aktif. Dengan memenuhi indikator prioritas dan menjaga akurasi data, peluang untuk mencairkan PKH pada 2026 tetap terbuka.




