Pencairan Bansos PKH November 2025, Ini Kriteria dan Kategori Penerimanya.
Bansos PKH merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang khusus untuk memberikan dukungan finansial kepada keluarga miskin dan rentan. Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan secara langsung, tetapi juga mendorong penerima agar dapat meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, PKH tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi juga investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan keluarga penerima.
Penerima PKH ditentukan berdasarkan kriteria yang jelas dan terukur. Program ini menargetkan keluarga yang memenuhi syarat tertentu, termasuk keluarga miskin dengan anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia atau penyandang disabilitas. Besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kategori dan kebutuhan masing-masing keluarga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Dengan pencairan yang dilakukan secara bertahap hingga Desember 2025, pemerintah berharap proses distribusi bantuan dapat lebih tepat sasaran dan meminimalkan hambatan administrasi. Masyarakat pun diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Kemensos agar tidak terlewatkan kesempatan menerima bantuan ini.
Kriteria Penerima Bansos PKH Novembre 2025
Untuk bisa menerima bansos PKH November 2025, masyarakat harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki dokumen identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
- Penerima PKH bukan bagian dari anggota TNI, Polri, ASN, atau pegawai BUMN/BUMD.
- Tidak sedang menerima bantuan pemerintah lainnya seperti BLT UMKM, BLT subsidi gaji, atau Kartu Prakerja.
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Kategori Penerima Bansos PKH November 2025
Selain kriteria diatas, masyarakat juga harus memenuhi salah satu kategori penerima manfaat.
Berikut kategori penerima bansos PKH November 2025:
- Ibu hamil dan masa nifas – Mendapatkan dukungan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.
- Anak usia dini (0–6 tahun) – Mendukung pertumbuhan, gizi, dan stimulasi awal anak.
- Siswa SD hingga SMA/SMK sederajat – Membantu kebutuhan pendidikan agar anak-anak tetap bersekolah.
- Lansia usia 70 tahun ke atas – Memberikan dukungan untuk kesejahteraan hidup di masa tua.
- Penyandang disabilitas – Membantu kebutuhan khusus agar mereka dapat beraktivitas dan mandiri.
Cara Cek Penerima Bansos PKH November 2025
Demi memastikan kembali status penerima bansos PKH November 2025, masyarakat dapat mengecek laman Kemensos
Berikut cara cek penerima bansos PKH November 2025:
- Kunjungi website resmi cek bansos melalui tautan berikut http://cekbansos.kemensos.go.id/.
- Masukkan detail wilayah penerima manfaat dengan memilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
- Masukkan nama penerima bansos dan sesuaikan dengan data di e-KTP.
- Masukkan kode verifikasi yang ditampilkan.
- Klik “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian.
Besaran Bansos PKH November 2025
Adapun besaran bansos PKH November 2025 disesuaikan berdasarkan kategori penerima manfaat.
Berikut besaran bansos PKH November 2025:
- Ibu hamil/nifas: Rp 750.000 per tahap (Rp 3.000.000 per tahun)
- Anak usia dini (0-6 tahun): Rp 750.000 per tahap (Rp 3.000.000 per tahun)
- Anak SD/sederajat: Rp 225.000 per tahap (Rp 900.000 per tahun)
- Anak SMP/sederajat: Rp 375.000 per tahap (Rp 1.500.000 per tahun)
- Anak SMA/sederajat: Rp 500.000 per tahap (Rp 2.000.000 per tahun)
- Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000 per tahap (Rp 2.400.000 per tahun)
- Lanjut usia: Rp 600.000 per tahap (Rp 2.400.000 per tahun)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 2.700.000 per tahap (Rp 10.800.000 per tahun)
Pastikan untuk selalu memantau informasi resmi dari Kemensos dan melakukan pengecekan status penerima secara online agar bantuan dapat diterima tanpa hambatan. Bansos PKH bukan hanya bantuan finansial sementara, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga Indonesia.




