Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, banyak umat Islam bertanya apakah mandi wajib sebelum puasa benar-benar diperlukan. Tradisi mandi besar atau keramas pada malam terakhir bulan Syaban masih dilakukan di beberapa daerah, meski sebenarnya mandi tersebut bukan syarat sah puasa.
Secara fikih, mandi sebelum puasa hanya wajib bagi yang sedang dalam keadaan hadas besar. Bagi yang ingin menyambut Ramadhan, mandi sunnah bisa dilakukan sebagai persiapan lahir dan batin, bukan kewajiban.
Simak ulasan berikut ini tentang panduan mandi wajib dan shalat sunnah menyambut bulan suci Ramadhan 2026 M / 1447 dilansir dari laman Detik.
Hukum Mandi Menyambut Ramadhan
Mandi menjelang Ramadhan hukumnya sunnah, bukan wajib, kecuali seseorang dalam kondisi hadas besar.
Dilansir dari Nahdlatul Ulama (NU Online), dalam kitab I’anatut Thalibin, umat Islam disunnahkan mandi pada malam Ramadhan untuk menjaga kesegaran tubuh dan kesiapan menjalankan puasa serta salat Tarawih.
Dalam Hasyiyah al-Bajuri (1/81) disebutkan bahwa mandi sunnah bisa menjadi cara menyucikan diri lahir dan batin. Jadi, mandi sebelum puasa lebih sebagai persiapan ibadah daripada kewajiban syariat.
Kapan Mandi Wajib Diperlukan?
Mandi wajib menjadi harus dilakukan jika seseorang dalam keadaan hadas besar atau junub. Beberapa kondisi yang mewajibkan mandi antara lain:
- Berhubungan suami istri (jimak)
- Keluar mani
- Selesai haid
- Selesai nifas
- Melahirkan (wiladah)
Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 43 yang artinya:
“…dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub)…”
Jika masih junub saat waktu Subuh tiba, puasa tetap sah selama sudah berniat, tetapi mandi wajib harus segera dilakukan sebelum salat Subuh.
Niat Mandi Sunnah dan Mandi Wajib
Jika mandi untuk menyambut Ramadhan, niatnya sebagai berikut (NU Online):
Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadhan
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ اللَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ada’al ghuslil masnuuni lii fii hadzihil lailati min ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Wajib
Bagi yang dalam keadaan hadas besar, niat mandi wajib:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar lillahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Junub
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil hadatsil-akbari minal-jinaabati fardlan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Mengutip Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) , urutan mandi wajib:
- Membaca niat sesuai tujuan mandi.
- Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri.
- Berwudhu seperti hendak salat.
- Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali sambil menyela pangkal rambut agar air merata.
- Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.
- Pastikan seluruh tubuh terkena air, termasuk lipatan kulit.
- Setelah selesai, dianjurkan membaca doa setelah mandi.
Doa Setelah Mandi Wajib
Mengutip buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab oleh Isnan Ansory:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”
Mandi wajib sebelum puasa Ramadhan hanya diperlukan bagi yang dalam keadaan hadas besar. Sedangkan mandi sunnah untuk menyambut Ramadan bisa dilakukan sebagai persiapan lahir dan batin. Dengan niat yang tulus dan tubuh yang bersih, umat Islam lebih siap menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya di bulan suci.
Sumber Referensi
http://detik.com/bali/berita/d-8359835/niat-mandi-wajib-sebelum-puasa-ramadhan-tata-cara-hukum-dan-doa-setelahnya#tata-cara-mandi-wajib-yang-benar




