Doa awal Ramadhan menjadi salah satu pembahasan yang banyak dicari umat Islam menjelang hadirnya bulan suci. Sebagaimana diketahui, Ramadhan merupakan momen istimewa yang selalu dinantikan oleh Muslim di seluruh dunia.
Bulan yang dipenuhi ampunan, rahmat, dan keberkahan ini disambut dengan penuh harap serta doa-doa terbaik. Membaca doa di awal Ramadhan menjadi amalan penting untuk memulai ibadah puasa dengan kesadaran dan ketulusan hati.
Hari pertama Ramadhan dapat diibaratkan sebagai pintu pembuka. Jika diawali dengan niat yang lurus dan doa yang baik, maka perjalanan ibadah selama sebulan penuh diharapkan menjadi lebih terarah dan bermakna.
Awal Ramadhan juga menjadi kesempatan yang tepat untuk meluruskan niat berpuasa semata karena Allah SWT, memohon ampun atas kesalahan yang telah lalu, serta bertekad meningkatkan kualitas ibadah.
Beragam doa menyambut Ramadhan telah diajarkan, baik yang bersumber dari Rasulullah SAW, yang masyhur di kalangan ulama salaf, maupun doa-doa umum lainnya.
Memahami bacaan, makna, serta latar belakang doa tersebut akan membantu umat Islam menghadirkan kekhusyukan dan penghayatan yang lebih dalam saat menyambut bulan suci. Informasi ini dilansir dari Liputan6.com.
Doa Saat Melihat Hilal Awal Ramadhan
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika memasuki bulan Ramadhan adalah doa saat menyaksikan hilal atau bulan sabit. Doa ini memiliki landasan yang kuat dan dinilai lebih utama (rajih) untuk diamalkan. Tidak hanya dibaca saat awal Ramadhan, doa ini juga dapat diamalkan ketika memasuki bulan-bulan Hijriah lainnya.
Istilah rajih merujuk pada pendapat yang lebih kuat dan lebih tepat karena didukung oleh dalil yang jelas, baik dari Al-Qur’an maupun hadis sahih.
اللهم أهله علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي وربك الله
Bacaan latin: “Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmani was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh”
Artinya: “Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”
Doa Menyambut Bulan Ramadhan, Memohon Keselamatan dan Diterimanya Ibadah
Doa di awal Ramadhan ini mengandung makna yang sangat dalam sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci. Diriwayatkan dari Sayyidina ‘Ubadah bin al-Shamith, doa tersebut menggambarkan kesadaran seorang Muslim untuk memohon penjagaan kepada Allah SWT dari berbagai kekhilafan maupun kekurangan dalam menjalankan ibadah puasa.
Melalui doa ini, umat Islam berharap agar seluruh amal yang dilakukan selama Ramadhan dapat diterima dan diberi keberkahan.
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
“Allāhumma sallimnī li Ramadana, wa sallim Ramadana lī, wa sallimhu minnī mutaqabbalan.”
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat] kepada [bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku (juga) dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan).” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, 2007, hlm. 312)”
Isi doa ini mengandung harapan agar diberikan usia yang panjang, tubuh yang sehat, serta amal ibadah yang diterima selama menjalani Ramadhan.
Selain itu, doa tersebut juga menjadi permohonan supaya ketika berada di bulan suci, kita memperoleh taufik dan kemudahan untuk memperbanyak ketaatan, bukan menghabiskannya dengan kelalaian, tidur berlebihan, atau perbuatan yang tidak diridhai.
Doa di Malam Pertama Ramadhan
Selain doa-doa yang telah dijelaskan sebelumnya, masih ada sejumlah doa lain yang bisa dibaca pada awal Ramadhan sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan agar ibadah selama bulan suci berjalan lancar. Doa-doa tersebut dapat meneguhkan niat sekaligus meningkatkan kesiapan rohani umat Muslim dalam menjalani Ramadhan.
Di antaranya adalah doa untuk memohon keberkahan dan agar setiap amal ibadah diterima oleh Allah SWT, yang berbunyi:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
اللّٰهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ
اللّٰهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ
وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
اللّٰهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ
وَأَعِنَّا عَلَىٰ صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا
“Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad. Allâhumma innahu qad dakhala syahru Ramadhân. Allâhumma Rabba syahri Ramadhânalladzî anzalta fîhil Qur’ân. Wa ja’altahu bayyinâtin minal hudâ wal furqân. Allâhumma fa bârik lanâ syahra Ramadhân. Wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawâtihi wa taqabbalhu minnâ.”
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Artinya: Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.
Doa Memohon Kesempatan Bertemu Kembali dengan Ramadhan dalam Kondisi Terbaik
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
“Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama-dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa.”
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridaan.”
Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadan, sungguh ia (Ramadan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.” (Jawahir Al-Khamsi).
Doa Memohon Dipertemukan dengan Ramadhan
Selain doa ketika melihat hilal, terdapat pula doa menyambut Ramadhan yang kerap dibaca sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Doa ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar diberi kesempatan kembali menjumpai bulan suci Ramadhan dalam kondisi sehat serta iman yang kokoh.
Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Thabrani. Para ulama salaf pun dikenal rutin mengamalkannya. Doa ini menggambarkan kerinduan yang mendalam dari seorang mukmin terhadap hadirnya bulan yang sarat kemuliaan, pengampunan, dan limpahan keberkahan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya’bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
“Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah usia kami (untuk menemui) Ramadan.” (HR. Baihaqi).
Doa ini berisi harapan agar dianugerahi usia yang penuh keberkahan, keimanan yang semakin kuat, serta peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ini juga menjadi bentuk kesiapan lahir dan batin dengan cara bermuhasabah, menilai kembali kebiasaan sehari-hari, serta membenahi hubungan dengan Allah SWT dan juga dengan sesama.
Niat Puasa dan Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan
Selain doa-doa di awal Ramadhan, niat puasa menjadi rukun penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah, dan harus dilakukan sebelum terbit fajar. Walaupun tidak terdapat lafaz khusus doa sahur yang secara tegas ditetapkan oleh Nabi, umat Islam tetap dianjurkan untuk melafalkan niat puasa serta memanjatkan doa memohon keberkahan sebelum waktu imsak tiba.
Salah satu lafaz niat yang banyak dikenal dan diamalkan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ad’i fardhi syahri Ramadhna lillhi ta’l.”
Artinya, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Kesiapan Ruhani Menyambut Ramadhan
Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam penanggalan Hijriah, tetapi momentum pembaruan spiritual yang paling agung dalam setahun. Datangnya bulan suci ini menuntut kesiapan hati dan jiwa agar setiap waktu yang dijalani tidak berlalu sia-sia tanpa nilai ibadah yang bermakna.
Kebiasaan membaca doa untuk menyambut Ramadhan secara turun-temurun telah menjadi bagian dari kehidupan para salafush shalih jauh sebelum hilal terlihat di ufuk. Persiapan batin ini mencakup muhasabah, meninjau kembali kebiasaan serta perilaku sehari-hari, dan membenahi hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama.
Dengan mengamalkan doa awal Ramadhan serta menyiapkan diri secara lahir dan batin, seorang Muslim tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga meluruskan niat semata-mata karena Allah. Inilah momentum berharga untuk meningkatkan ketakwaan, menumbuhkan kesabaran, serta memperkuat keteguhan dalam menjalankan ibadah puasa.
Kesimpulan
Doa awal Ramadhan menjadi bentuk persiapan hati dalam menyambut bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.
Sumber Referensi
https://www.liputan6.com/islami/read/6279658/doa-awal-ramadhan


