Dalam operasional bisnis e-commerce, pengiriman yang gagal merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh penjual. Berdasarkan panduan dari Pusat Edukasi Penjual Shopee, pengiriman gagal didefinisikan sebagai kondisi di mana pihak jasa kirim tidak berhasil menyerahkan paket kepada pembeli. Perbedaan antara pengiriman gagal dengan pengembalian barang, penyebab terjadinya, hingga langkah teknis yang harus diambil penjual saat menerima kembali paket tersebut.
Perbedaan Pengiriman Gagal dan Pengembalian Barang
Pengiriman gagal terjadi saat sebelum paket sukses diterima oleh pembel, lalu paket langsung diarahkan kembali ke penjual karena kendala teknis atau penolakan di tempat. Sedangkan, pengembalian barang (return) terjadi ketika paket telah diterima terlebih dahulu oleh pembeli, yang kemudian mengajukan komplain resmi melalui aplikasi karena alasan tertentu seperti barang rusak atau tidak sesuai.
Penyebab Kegagalan Pengiriman Paket
Ada beberapa faktor utama yang memicu kegagalan pengiriman yaitu :
- Pembeli menolak menerima paket terutama pada metode pembayaran COD
- Alamat pengiriman yang tidak lengkap atau tidak ditemukan
- Pembeli yang tidak dapat dihubungi oleh kurir setelah beberapa kali percobaan
- Kendala operasional dan eksternal lainnya yang menghambat kurir untuk mencapai lokasi tujuan dalam batas waktu yang ditentukan.
Proses Pengembalian Paket ke Penjual
Ketika pengiriman dinyatakan gagal, jasa kirim berkewajiban mengirimkan kembali paket tersebut ke alamat penjual, asalkan kemasan dan fungsi barang masih dalam kondisi baik. Setelah paket sampai, penjual sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik guna memastikan produk tidak rusak selama proses bolak-balik di ekspedisi. Jika ditemukan kerusakan atau kehilangan pada paket non-COD, penjual dapat mengajukan klaim ganti rugi sesuai kebijakan yang berlaku.
Mekanisme Khusus dan Kode Retur
Penjual akan menerima “Kode Retur” melalui SMS saat paket kembali. Kode ini wajib diberikan kepada kurir agar sistem dapat mengubah status pesanan menjadi “Berhasil Diterima” oleh penjual. Tanpa input kode ini, proses administrasi pengembalian paket tidak akan tercatat secara sempurna di sistem Shopee.
Kesimpulan
Manajemen pengiriman paket gagal sangat penting bagi penjual untuk menjaga efisiensi operasional dan melindungi aset barang dagangan mereka. Dengan memantau status “Pengiriman Gagal” di Seller Centre secara berkala, penjual dapat memastikan bahwa setiap paket yang gagal kirim kembali dengan aman dan status pesanan diperbarui secara akurat di sistem.
Sumber
https://seller.shopee.co.id/edu/article/14713/Tentang-Pengiriman-yang-Gagal




