Niat untuk Shalat Tarawih Sendirian dan Berjamaah: Arab, Latin, Arti, dan Cara Melaksanakannya. Saat bulan Ramadan datang, umat Islam di seluruh dunia berpuasa pada siang hari dan melaksanakan shalat tarawih di malam hari. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah istimewa yang hanya berlangsung di bulan Ramadan adalah shalat tarawih. Ibadah sunnah ini memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah karena pahalanya lebih banyak.
Namun, bagi mereka yang tidak bisa melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, shalat tarawih bisa dilaksanakan seorang diri, baik di rumah maupun di masjid. Shalat ini tetap sah jika memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan. Untuk menjadikan ibadah lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan, penting untuk memahami bacaan niat, cara pelaksanaan, serta jumlah rakaat shalat tarawih.
Dengan pemahaman yang baik, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih tenang dan penuh keikhlasan. Dilansir dari detik.com, berikut adalah cara pelaksanaan shalat tarawih baik perorangan maupun berjemaah beserta ketentuannya.
Berapa Banyak Rakaat dalam Shalat Tarawih?
Sejak dahulu, jumlah rakaat dalam shalat tarawih menjadi topik yang sering dibahas dalam kajian fikih dengan berbagai pandangan di antara para ulama. Perbedaan ini merupakan bagian dari warisan ilmu dalam Islam, sehingga umat Muslim seharusnya menghadapinya dengan kebijaksanaan untuk menjaga persaudaraan dan kesatuan.
Menurut situs resmi Badan Amil Zakat Nasional, dalam buku berjudul Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis yang ditulis oleh Nasrul Umam Syafi’i dan Lukman Hakim, disebutkan bahwa shalat tarawih dapat dilakukan sebanyak delapan rakaat.
Di sisi lain, dalam buku Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadhan yang ditulis oleh Fuad Thohari, dikemukakan tiga pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih. Beberapa ahli hadis berpendapat bahwa jumlahnya adalah 11 rakaat.
Sebagian besar ulama fikih menetapkan angka 23 rakaat, sementara para ulama dari Madinah, termasuk Imam Malik, berpendapat bahwa tarawih sebaiknya dilakukan sebanyak 36 rakaat untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadan.
Apa Niat Shalat Tarawih Sendiri dan Berjamaah?
Secara umum, pelaksanaan shalat tarawih memiliki kesamaan baik secara sendiri maupun berjamaah. Namun, perbedaan utama terletak pada pernyataan niat.
Berikut adalah niat shalat tarawih yang tercantum di situs resmi Nahdlatul Ulama Online:
Niat Shalat Tarawih Sendiri
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Aku berniat untuk melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan wajah menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. “
Niat Shalat Tarawih Berjamaah
Apabila mengikuti imam dalam shalat berjamaah, maka pernyataan niat harus menambahkan kata ma’muman, yang berarti menjadi makmum.
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adā’an makmuman lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Aku berniat untuk melakukan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. “
Bagaimana Langkah-Langkah Shalat Tarawih?
Berikut tahapan pelaksanaan shalat tarawih, baik secara berjemaah maupun sendiri:
- Niat, awali shalat dengan membaca niat tarawih di dalam hati sesuai ketentuan.
- Takbiratul Ihram, angkat kedua tangan sambil mengucapkan Allahu Akbar sebagai tanda dimulainya shalat.
- Ta’awudz dan Al-Fatihah, bacalah ta’awudz lalu surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek dari Al-Qur’an, seperti Al-Ikhlas atau An-Naas.
- Rukuk dan Iktidal, lakukan rukuk dengan posisi tubuh lurus dan kembali ke posisi iktidal, disertai doa sesuai sunnah.
- Sujud, lakukan sujud pertama dengan meletakkan dahi di lantai secara khusyuk, kemudian baca doa sujud.
- Rakaat Kedua, bangkit untuk rakaat kedua, lalu ulangi urutan mulai dari Al-Fatihah hingga sujud kedua.
- Tasyahud Akhir dan Salam, duduk untuk tasyahud akhir, baca doa tasyahud dengan khusyuk, kemudian akhiri shalat dengan “Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh” sambil menoleh ke kanan dan kiri.
- Shalat Witir, setelah menyelesaikan tarawih, disarankan melanjutkan ibadah dengan shalat witir sebagai penutup.
Setiap dua rakaat tarawih diakhiri dengan satu salam, dan shalat ini dapat diulang sesuai kemampuan atau kebiasaan setempat, biasanya delapan atau dua puluh rakaat.
Dengan memahami niat, tata cara, dan jumlah rakaat, ibadah shalat tarawih dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan tertib. Semoga ibadah puasa Ramadan 1447 H berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Sumber
https://www.detik.com/bali/berita/d-8361535/tata-cara-hingga-niat-shalat-tarawih-sendiri-dan-berjemaah




