Niat Shalat Tarawih dan Witir Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Beserta Panduan Lengkap Tata Cara Shalatnya

Niat Shalat Tarawih dan Witir Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Beserta Panduan Lengkap Tata Cara Shalatnya

Niat Shalat Tarawih dan Witir Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Beserta Panduan Lengkap Tata Cara Shalatnya

Pelaksanaan shalat tarawih pertama pada Ramadhan 2026, kesiapan spritual menjadi perhatian utama umat Muslim.

Berdasarkan keputusan sidang isbat pemerintah pada Selasa (17/2/2026), awal Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Walaupun terdapat perbedaan dengan PP Muhammadiyah yang memulai puasa lebih awal pada Rabu (18/2/2026), semangat jamaah untuk meramaikan masjid tetap tinggi.

Shalat tarawih adalah ibadah sunnah muakkad yang menjadi sarana meraih keutamaan malam Ramadhan.

Agar ibadah semakin khusyuk, jamaah perlu memahami tata cara secara menyeluruh, mulai dari niat, urutan bacaan bilal, hingga perbedaan doa setelah Tarawih (Doa Kamilin) dan doa setelah Witir.

Berikut panduan lengkap pelaksanaan shalat tarawih dan witir yang telah disusun sesuai urutannya.



Niat Shalat Tarawih untuk Imam, Makmum, dan Sendiri

Shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu fajar.

Ibadah sunnah ini bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun secara sendiri (munfarid) di rumah dengan pilihan 8 atau 20 rakaat. Berikut bacaan niatnya:

Niat shalat tarawih secara infirad atau sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

Niat shalat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Niat shalat tarawih sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”



Tata Cara Shalat Tarawih

Shalat tarawih dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid ataupun sendiri di rumah.

Ibadah sunnah ini dapat dikerjakan dengan pola 4 rakaat, 4 rakaat tanpa tasyahud awal, lalu ditutup 3 rakaat witir tanpa tasyahud awal.

Selain itu, shalat tarawih juga bisa dilakukan dengan pola 2 rakaat salam, 2 rakaat salam hingga beberapa kali, kemudian diakhiri dengan 1 rakaat witir.

Dilansir dari Tribun.com berikut urutan pelaksanaan shalat tarawih sebagaimana dijelaskan dalam tulisan DR Marabona Munthe ME Sy, dosen Universitas Islam Negeri Riau (UIN) Riau, tentang tata cara shalat tarawih di rumah baik berjamaah maupun sendiri:




Bacaan Bilal dan Makmum Shalat Tarawih

Dalam praktik di Indonesia, pelaksanaan shalat tarawih berjamaah biasanya dipandu oleh bilal.

Berikut susunan bacaan bilal beserta jawaban jamaah untuk tarawih 20 rakaat:

Bacaan sebelum rakaat 1–2

Pelaksanaan tarawih dimulai setelah shalat Isya dengan pembacaan tasbih dan shalawat bersama antara bilal dan jamaah.
Setelah itu, terdapat bacaan yang disampaikan bergantian antara bilal dan makmum sesuai panduan.

Bacaan sebelum rakaat 3–4




Bacaan sebelum rakaat 5–6

Bacaan sebelum rakaat 7–8

Bacaan sebelum rakaat 9–10

Bacaan sebelum rakaat 11–12

Bacaan sebelum rakaat 13–14

Bacaan sebelum rakaat 15–16

Bacaan sebelum rakaat 17–18

Bacaan sebelum rakaat 19–20




Doa Setelah Tarawih

Setelah menyelesaikan seluruh rakaat Tarawih dan sebelum berdiri untuk melaksanakan Witir, dianjurkan membaca doa setelah tarawih yang dikenal sebagai Doa Kamilin.

Doa ini berisi permohonan agar diberikan iman yang sempurna, harapan memperoleh surga, serta perlindungan dari siksa api neraka.

Berikut bacaan doanya:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ
وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhin. Wa liz-zakati fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirin. Wa tahta lawa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irina wa ilal haudli waridin.

Wa ilal jannati dakhilin. Wa minan naari naajiin. Wa ‘ala sariirl karamati qa’idiin. Wa min huurin ‘inin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wadibajin mutalabbisin. Wa min tha‘amil jannati akilin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘in. Ma‘al ladzina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyina wash shiddiqina wasy syuhada’i wash shalihina wa hasuna ula’ika rafiqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kafa billahi ‘aliman. Allahummaj‘alna fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su‘ada’il maqbûlin. Wa la taj‘alna minal asyqiya’il mardûdin.

Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamar rahimin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.

Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”



Shalat Witir

Shalat witir merupakan ibadah penutup di malam hari yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat.

Di Indonesia, pelaksanaannya umumnya dilakukan sebanyak 3 rakaat dengan dua kali salam (2 rakaat lalu 1 rakaat).

Sebelum memulai shalat witir, terdapat bacaan yang biasanya dilantunkan oleh bilal dan dijawab oleh makmum.

Berikut tata caranya.

Bacaan Bilal dan Makmum untuk Shalat Witir

Setelah doa witir dibaca, terdapat rangkaian bacaan yang kemudian dilafalkan oleh bilal dan dijawab oleh Makmum. Berikut lafaznya.

Selanjutnya, bilal dan jamaah melaksanakan shalat witir.

Apabila witir dikerjakan dengan dua kali salam, maka bacaan berikutnya adalah:

Niat Shalat Witir

Jika shalat witir dilaksanakan tiga rakaat dengan dua kali salam, maka pelaksanaannya dibagi menjadi dua rakaat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan satu rakaat.

Berikut rincian bacaan niat shalat witir dengan dua kali salam.

Niat Shalat Witir 2 rakaat

أُصَلِّي سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala

Niat Shalat Witir 1 rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa.

Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”

Jika dikerjakan langsung tiga rakaat, maka lafadz niatnya ialah sebagai berikut:

Niat Salat Witir 3 rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”



Doa Setelah Witir

Perlu diketahui bahwa doa setelah witir tidak sama dengan Doa Kamilin.

Berdasarkan penjelasan Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, doa setelah witir lebih berisi pujian kepada Allah Yang Maha Suci (Subhānal malikil quddūs) serta permohonan perlindungan dari kemurkaan-Nya.

Doa ini dibaca setelah seluruh rangkaian shalat witir selesai sebagai penutup akhir ibadah malam.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Allāhumma innā nas’aluka īmānan dāiman, wa nas’aluka qalban khāsyi‘an, wa nas’aluka ‘ilman nāfi‘an, wa nas’aluka yaqīnan shādiqan, wa nas’aluka ‘amalan shāliḥan, wa nas’aluka dīnan qayyiman, wa nas’alukal ‘afwa wal ‘āfiyah, wa nas’aluka tamāmal ‘āfiyah, wa nas’alukasy syukra ‘alal ‘āfiyah, wa nas’alukal ghinā ‘anin nās.

Allāhumma rabbanā taqabbal minnā ṣalātanā wa ṣiyāmanā wa qiyāmanā wa takhasysyu‘anā wa taḍarru‘anā wa ta‘abbudanā, wa tammim taqṣīranā yā Allāh, yā Allāh, yā Allāh, yā arḥamar rāḥimīn.

Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn. Subḥāna rabbika rabbil ‘izzati ‘ammā yaṣifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, wal ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Adapun rangkaian bacaan zikir sesudah shalat witir adalah sebagai berikut:

Membaca syahadat, istighfar dan permohonan ridha dan surga Allah

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ ، أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Asyhadu an lā ilāha illallāh. Astaghfirullāh. Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Lafadz tersebut dibaca sebanyak 3 kali pengulangan.

Membaca tasbih dan pujian kesucian

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subhānal malikil quddūs (dibaca 3x )

Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

Membaca pujian ampunan dan kasih-sayang Allah, dan memohon ampunan serta keselamatan

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī. (dibaca 3x )

Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika.

Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

Setelah melantunkan zikir tersebut, kemudian dilanjutkan dengan doa setelah witir dan diakhiri dengan membaca surah Al-Fatihah.



Kesimpulan

Shalat tarawih dan witir merupakan ibadah sunnah penting di bulan Ramadhan yang dikerjakan setelah Isya sebagai rangkaian ibadah malam.

Sumber Referensi

https://aceh.tribunnews.com/tafakur/1012529/panduan-shalat-tarawih-dan-witir-mulai-dari-niat-bacaan-untuk-bilal-makmum-hingga-doa-setelahnya

Exit mobile version