Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, setiap Muslim tentu ingin memastikan ibadah puasanya sah dan bernilai pahala. Kunci utama agar puasa sah adalah niat puasa Ramadhan yang dilakukan dengan benar, karena tanpa niat yang tulus, puasa hanya menjadi menahan lapar dan dahaga tanpa keberkahan. Memahami doa niat puasa, waktu yang tepat, dan rukun puasa yang wajib diikuti adalah langkah penting agar setiap ibadah di bulan suci ini diterima Allah SWT.
Mengapa Niat Puasa Ramadhan Adalah Rukun yang Tidak Boleh Dilewatkan
Mengutip Liputan6.com, niat puasa Ramadhan bukan sekadar ucapan lisan, melainkan tekad batin untuk menjalankan ibadah puasa. Para ulama menegaskan bahwa niat adalah rukun puasa yang menentukan sah atau tidaknya ibadah. Tanpa niat, puasa hanya menjadi aktivitas fisik biasa.
Pelafalan lafaz niat puasa dianjurkan sebagai penguat hati, membantu seorang Muslim memantapkan tekad dan fokus menjalankan puasa, baik puasa wajib maupun sunnah.
Waktu yang Tepat untuk Niat Puasa Ramadhan
Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari, antara Maghrib hingga sebelum Subuh. Jika niat dilakukan setelah fajar, puasa dianggap tidak sah. Ketentuan ini memastikan bahwa niat puasa Ramadhan hadir sebelum seluruh aktivitas puasa dimulai.
Lafaz Doa Niat Puasa Ramadhan
Untuk membantu memantapkan niat, berikut lafaz niat puasa Ramadhan menurut Mazhab Syafi’i:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta’âlâ.”
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Lafaz ini disarankan dibaca setiap malam sebelum menjalankan puasa wajib agar ibadah benar-benar sah dan bernilai pahala.
Landasan Syar’i Niat Puasa Ramadhan
Al-Qur’an menegaskan kewajiban berpuasa dan pentingnya niat dalam setiap ibadah:
Surat Al-Baqarah Ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa niat adalah inti dari ibadah untuk mencapai takwa.
Dari Hadits Nabi SAW
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i:
“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”Hadits riwayat Ibnu Hibban:
“Niat puasa adalah pada malam hari; barangsiapa berbuka sebelum meniatkan, maka tidak ada puasa baginya.”
Hadits-hadits ini menegaskan pentingnya niat puasa Ramadhan sebelum Subuh agar ibadah sah dan diterima.
Perbedaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah
- Puasa Wajib (Ramadhan): Niat harus di malam hari, spesifik jenis puasanya, misal “Aku berniat puasa fardhu Ramadhan”.
- Puasa Sunnah: Niat bisa dilakukan di pagi hari sebelum makan atau minum, misal puasa Senin-Kamis atau puasa Arafah.
Memahami perbedaan ini membantu umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan benar dan maksimal.
Sumber
https://www.liputan6.com/islami/read/6278139/doa-niat-puasa




