Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Salah satu rukun penting dalam puasa adalah niat. Meski terlihat sederhana, niat memiliki peran utama karena menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan.
Banyak masyarakat mencari bacaan niat puasa Ramadan yang benar sekaligus ingin memahami bagaimana panduan pelaksanaannya sesuai ajaran Islam. Berikut penjelasan lengkapnya.
Lafal Niat Puasa Ramadan 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya
Niat puasa Ramadan pada dasarnya dilakukan di dalam hati. Namun, melafalkan niat membantu seseorang memantapkan tujuan ibadahnya.
Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang umum diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Ada juga bacaan niat puasa untuk 1 bulan penuh. Berikut bacaannya:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Dilansir dari laman megasyariah.co.id, kewajiban berpuasa di bulan Ramadan juga ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Panduan Pelaksanaan Niat Puasa Sesuai Ajaran Islam
Dalam praktiknya, niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Mayoritas ulama menganjurkan agar niat dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan, meskipun ada pendapat yang membolehkan niat untuk satu bulan penuh di awal Ramadan. Waktu terbaik untuk berniat adalah setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.
Banyak umat Muslim menggabungkan niat dengan makan sahur agar tidak lupa. Namun, jika seseorang sudah bertekad dalam hati untuk berpuasa esok hari, maka niat tersebut sudah dianggap sah. Hal terpenting dalam niat adalah kesadaran bahwa puasa dilakukan sebagai ibadah wajib karena Allah.
Tidak disyaratkan harus mengucapkannya dengan suara keras. Bahkan, niat dalam hati sudah mencukupi selama seseorang benar-benar memahami tujuan puasanya. Dengan demikian, dengan mengetahui lafal niat dan tata cara pelaksanaannya, umat Muslim dapat menyambut Ramadan 1447 H dengan persiapan yang matang. Ibadah puasa pun diharapkan berjalan lebih khusyuk, sehingga tujuan utama Ramadan untuk meningkatkan ketakwaan dapat tercapai.
Sumber referensi
https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/donasi-dan-amal/niat-puasa-ramadan




