Niat Bayar Hutang Puasa Bulan Ramadhan 2025 di Hari Senin
Bulan Ramadhan telah berlalu, namun masih banyak di antara kita yang memiliki hutang puasa. Hal ini wajar, terutama bagi mereka yang memiliki uzur seperti sakit atau bepergian.
Menariknya, selain mengganti puasa (qadha), umat Muslim juga memiliki kesempatan untuk menggabungkannya dengan puasa sunnah Senin yang dikenal memiliki banyak keutamaan. Oleh karena itu, memahami niat bayar hutang puasa Ramadhan di hari Senin menjadi penting agar ibadah kita sah dan bernilai ganda.
Pengertian dan Hukum Qadha Puasa
Puasa qadha adalah kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal karena alasan syar’i. Hukum mengganti puasa ini adalah wajib, dan sebaiknya dilakukan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Hukum dan Keutamaan Membayar Hutang Puasa Ramadhan
Membayar hutang puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang tidak dapat menunaikannya di bulan Ramadhan dengan alasan syar’i, seperti sakit, safar, haid, atau nifas. Memenuhi kewajiban ini lebih utama bila dilakukan secepatnya setelah Ramadhan berakhir.
- Membayar hutang puasa menandakan amanah dan ketaatan pada ketetapan agama.
- Hutang puasa boleh ditunaikan pada hari apapun, kecuali hari yang diharamkan berpuasa (Idul Fitri & Idul Adha).
Keutamaan Puasa di Hari Senin
Hari Senin dikenal sebagai salah satu hari sunnah untuk berpuasa karena Nabi Muhammad SAW sering berpuasa pada hari tersebut. Selain melunasi hutang, puasa di hari Senin menghadirkan dua pahala sekaligus:
Niat qadha puasa Ramadhan
Bacaan Niat Bayar Hutang Puasa Ramadhan di Hari Senin
Bacaan Niat (Arab & Latin)
Agar qadha puasanya sah, niat perlu diucapkan di malam hari atau sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat bayar hutang puasa Ramadhan, baik untuk laki-laki maupun perempuan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
“Nawaitu shouma ghadin ‘an qadha’i fardhi ramadhana lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa esok hari karena mengganti (qadha) fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”



