Sakit kepala atau pusing saat menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan keluhan yang kerap dialami banyak orang. Kondisi ini umumnya terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan, minum, serta ritme metabolisme selama lebih dari 12 jam tanpa asupan.
Meski sering dianggap wajar, memahami faktor penyebab sakit kepala saat puasa penting agar ibadah tetap berjalan lancar, nyaman, dan produktif. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab dan tips mencegah pusing selama Ramadan.
Penyebab Sakit Kepala Saat Berpuasa
- Hipoglikemia atau Turunnya Kadar Gula Darah
Salah satu penyebab utama sakit kepala saat puasa adalah hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah menurun. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu lama, cadangan energi akan berkurang. Ketika kadar gula darah turun drastis, otak merespons dengan memunculkan gejala seperti sakit kepala, sulit fokus, tubuh terasa lemas, hingga gemetar. Risiko ini semakin besar jika saat sahur seseorang mengonsumsi karbohidrat sederhana berlebihan, seperti makanan manis atau tepung olahan. Jenis makanan tersebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis (sugar crash). - Gejala Putus Kafein
Bagi yang terbiasa minum kopi atau teh setiap hari, sakit kepala saat puasa bisa dipicu oleh penghentian kafein secara mendadak. Kafein bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah. Saat asupan kafein dihentikan tiba-tiba, pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi), sehingga aliran darah ke otak meningkat. Perubahan ini dapat memicu sakit kepala berdenyut, terutama pada hari-hari awal Ramadan. Biasanya, gejala ini akan berkurang setelah tubuh mulai beradaptasi. - Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Dehidrasi menjadi penyebab paling umum pusing saat berpuasa. Selama berpuasa, tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat dan urine tanpa adanya asupan pengganti di siang hari. Otak dan jaringan tubuh membutuhkan cairan agar berfungsi optimal. Ketika tubuh kekurangan air, volume darah dapat menurun sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. Hal inilah yang memicu rasa pusing, lelah, hingga sakit kepala.
Tips Mencegah Pusing Saat Berpuasa Ramadan
Agar puasa tetap lancar tanpa gangguan sakit kepala, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2
Disarankan menerapkan pola minum 2-4-2, yaitu:- 2 gelas air saat berbuka
- 4 gelas air di malam hari
- 2 gelas air saat sahur
Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
- Konsumsi Karbohidrat Kompleks dan Serat
Saat sahur, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, serta sumber serat seperti sayur dan buah. Makanan jenis ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah lebih lama dan mencegah rasa pusing. Hindari konsumsi gula berlebihan agar tidak mengalami penurunan gula darah secara mendadak di siang hari. - Atur Pola Istirahat dengan Baik
Kurang tidur juga dapat memicu sakit kepala saat puasa. Oleh karena itu, pastikan waktu istirahat tetap cukup meskipun jadwal makan berubah. Tidur yang berkualitas membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan metabolisme selama Ramadan.
Kesimpulan
Sakit kepala saat berpuasa Ramadan umumnya terjadi akibat perubahan pola makan, kekurangan cairan, penurunan gula darah, hingga efek putus kafein. Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga asupan cairan, memilih menu sahur yang tepat, serta mengatur waktu istirahat secara optimal.
Dengan manajemen pola hidup yang baik, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif sepanjang bulan Ramadan.
Sumber
https://www.idntimes.com/health/fitness/kenapa-kepala-pusing-saat-puasa-ramadan-q9t01-00-2k3g7-5qsr76




