Menjelang Januari 2026, banyak masyarakat kembali mencari informasi terkait Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Bantuan ini sebelumnya diberikan oleh pemerintah sebagai upaya menjaga daya beli keluarga miskin dan rentan, terutama di akhir tahun.
Namun, penting untuk dipahami bahwa BLT Kesra tahap terakhir secara resmi berakhir pada 31 Desember 2025. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai keberlanjutan atau pembukaan pendaftaran BLT Kesra khusus tahun 2026. Meski begitu, masyarakat tetap perlu memahami mekanisme pendaftaran dan pendataan yang berlaku apabila program ini kembali dilanjutkan.
Apa Itu BLT Kesra?
BLT Kesra adalah bantuan sosial tunai dari pemerintah yang ditujukan untuk keluarga prasejahtera. Pada tahun 2025, BLT Kesra diberikan sebesar Rp900.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang merupakan akumulasi Rp300.000 per bulan selama tiga bulan (Oktober–Desember), dan dicairkan sekaligus.
Program ini bersifat tambahan, di luar bantuan reguler seperti PKH dan BPNT.
Status BLT Kesra Januari 2026
Berdasarkan keterangan resmi hingga awal Januari 2026:
- BLT Kesra belum dipastikan berlanjut di tahun 2026
- Pemerintah masih melakukan evaluasi kebijakan dan anggaran
- Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sosial
Meski demikian, pengecekan status penerima dan pendataan sosial tetap bisa dilakukan sebagai persiapan jika program kembali dibuka.
Mekanisme Pendaftaran BLT Kesra (Jika Dibuka Kembali)
Pendaftaran BLT Kesra tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui pendataan sosial nasional yang dikelola pemerintah.
Syarat Dasar Calon Penerima BLT Kesra
Calon penerima BLT Kesra umumnya harus memenuhi kriteria berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki KTP dan KK aktif
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
- Masuk kategori desil 1–4 (miskin dan rentan miskin)
- Bukan ASN, TNI, atau Polri
- Memiliki penghasilan di bawah standar minimum
Mekanisme Pendaftaran BLT Kesra Secara Manual (Offline)
Pendaftaran dilakukan melalui pendataan di tingkat wilayah.
Langkah-langkahnya:
- Datang ke RT/RW setempat dan sampaikan keinginan untuk didata
- Data dibahas dalam musyawarah desa/kelurahan
- Jika layak, data diinput ke sistem pendataan sosial nasional
- Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validasi
- Data disahkan oleh kepala daerah
- Data yang lolos masuk sebagai calon penerima bansos
Penting: Tidak ada biaya pendaftaran dan tidak boleh melalui calo.
Mekanisme Pendaftaran dan Pemantauan Secara Online
Masyarakat dapat memantau atau mengusulkan diri melalui aplikasi resmi Cek Bansos.
Langkah umum:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store / App Store
- Buat akun dengan NIK dan KK
- Unggah foto KTP dan swafoto
- Login dan lengkapi profil
- Pantau status bantuan secara berkala
Cara Cek Status BLT Kesra Januari 2026
Walaupun kelanjutan BLT Kesra 2026 belum pasti, status bantuan dapat dicek dengan dua cara resmi:
-
Melalui Website
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap
- Isi kode captcha
- Klik Cari Data
-
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Login ke aplikasi
- Buka menu Profil
- Lihat status bantuan yang tercatat
Cara Pencairan BLT Kesra (Jika Masih Berlaku)
Jika bantuan tersedia, pencairan dilakukan melalui:
- Bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri) bagi penerima rekening
- Kantor Pos Indonesia bagi penerima non-rekening, dengan membawa KTP, KK, atau surat undangan
Imbauan Penting untuk Masyarakat
- Gunakan hanya sumber resmi pemerintah
- Jangan percaya link pendaftaran di media sosial
- Kemensos tidak pernah meminta OTP, biaya, atau data rekening
- Jangan mengunggah foto KTP/KK ke media sosial
- Laporkan kendala ke:
- Kantor desa/kelurahan
- Dinas Sosial setempat
- Call center Kemensos 150029
Penutup
Mekanisme pendaftaran BLT Kesra Januari 2026 pada dasarnya masih mengacu pada pendataan sosial nasional melalui DTSEN. Karena belum ada kepastian resmi kelanjutan program, masyarakat diimbau tetap waspada, rutin mengecek informasi, dan memastikan data kependudukan selalu valid.
Ikuti prosedur yang benar dan hindari informasi tidak resmi agar terhindar dari penipuan.




