Lima Bansos Cair April 2025: Simak Jenis, Besaran, dan Jadwal Pencairannya
Pemerintah kembali menggulirkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada April 2025 sebagai bagian dari upaya menekan dampak ekonomi terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan ini difokuskan pada kelompok rentan seperti keluarga miskin, pelajar, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pencairan bansos dilakukan melalui dua mekanisme utama, yaitu melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih dan kantor pos terdekat. Beberapa jenis bantuan juga dapat diakses secara nontunai melalui e-warung atau transfer bank.
Berikut adalah lima jenis bantuan sosial yang dicairkan pada April 2025 lengkap dengan besaran dan sasarannya:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2
Bantuan ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) berdasarkan kategori anggota keluarga. PKH tahap kedua mencakup alokasi untuk bulan April, Mei, dan Juni 2025.
Besaran bantuan per kategori per tiga bulan:
-
Ibu hamil: Rp750.000
-
Anak usia dini (0-6 tahun): Rp750.000
-
Siswa SD: Rp225.000
-
Siswa SMP: Rp375.000
-
Siswa SMA: Rp500.000
-
Lansia 70 tahun ke atas: Rp600.000
-
Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
Mekanisme penyaluran: Melalui KKS atau PT Pos Indonesia.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2
Program BPNT bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga kurang mampu selama tiga bulan (April–Juni 2025).
Besaran bantuan:
-
Total Rp600.000 (Rp200.000/bulan)
Mekanisme penyaluran:
-
Non-tunai melalui e-warung yang bekerja sama dengan Himbara.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Bantuan Pangan Beras 10 Kg
Bantuan ini berupa beras sebanyak 10 kg per bulan yang dialokasikan sejak Januari hingga April 2025 (total 40 kg). Pencairan di beberapa daerah diprediksi berlangsung hingga Juni 2025.
Sasaran: Keluarga yang terdaftar dalam DTKS dan/atau penerima PKH dan BPNT.
Mekanisme penyaluran: Melalui Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
Bantuan tunai untuk siswa dari keluarga kurang mampu di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK sebagai bentuk dukungan pendidikan.
Besaran bantuan per tahun:
-
Siswa SD: Rp450.000
-
Siswa SMP: Rp750.000
-
Siswa SMA/SMK: Rp1.000.000
Penyaluran:
Langsung ke rekening siswa atau sekolah sesuai jadwal Kemendikbudristek.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Imbauan Pemerintah
Dalam rangka memastikan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan sejumlah imbauan penting kepada seluruh warga, khususnya para calon penerima manfaat.
Pertama, masyarakat diimbau untuk secara aktif mengecek status kepesertaan atau kelayakan mereka sebagai penerima bansos melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” milik Kementerian Sosial. Aplikasi ini dapat diunduh melalui platform digital dan berfungsi sebagai sarana untuk memverifikasi data penerima, mengecek jadwal pencairan, serta meminimalisasi potensi kesalahan informasi.
Kedua, sangat penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa data pribadi mereka, seperti nama, NIK, dan alamat domisili, sudah tercantum dan terdaftar secara valid dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Keberadaan dalam DTKS menjadi syarat utama untuk dapat menerima berbagai jenis bansos yang disalurkan pemerintah secara berkala.
Ketiga, pemerintah mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat tidak resmi, menyesatkan, atau beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat yang tidak jelas sumbernya, terutama yang berkaitan dengan waktu, besaran, dan prosedur pencairan bansos. Segala informasi resmi hanya akan diumumkan melalui kanal-kanal komunikasi milik pemerintah atau instansi terkait seperti Kemensos, Dinas Sosial, dan PT Pos Indonesia.
Dengan tersalurkannya berbagai jenis bansos yang dimulai pada April 2025 ini, pemerintah berharap masyarakat yang termasuk dalam kelompok rentan dan kurang mampu dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, serta mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah yang identik dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi keluarga.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Setiap program menyasar kelompok yang berbeda dengan besaran dan mekanisme pencairan yang telah ditentukan, baik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), e-warung, sekolah, maupun kantor pos. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif memverifikasi status penerima melalui aplikasi resmi, menjaga keakuratan data dalam DTKS, serta tidak mudah percaya pada informasi tidak valid.
Dengan penyaluran bansos ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, kebutuhan dasar tetap terpenuhi, dan ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera dapat terus diperkuat di tengah tantangan ekonomi nasional. Bantuan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



