Fenomena gerhana bulan total yang terjadi pada 3 Maret 2026/ 14 Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Selain sebagai peristiwa alam, gerhana bulan juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah gerhana atau yang dikenal dengan sholat khusuf. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT dan pengingat bahwa segala peristiwa di alam semesta terjadi atas kehendak-Nya.
Sholat gerhana bulan berbeda dengan sholat sunnah biasa karena memiliki tata cara khusus. Meski demikian, pelaksanaannya tetap mudah dipahami jika mengikuti urutan dengan benar. Artikel ini akan membahas tata cara shalat dan niat shalat gerhana. Simak pembahasannya berikut ini.
Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niat
Waktu pelaksanaan sholat gerhana bulan dimulai saat gerhana mulai terlihat hingga gerhana berakhir. Berdasarkan hasil perhitungan dari Lembaga Falakiyah dan BMKG, gerhana pada 3 Maret 2026 diperkirakan mulai memasuki tahap gerhana sebagian sekitar pukul 16.49 WIB untuk wilayah Indonesia bagian barat. Sementara itu, fase puncak atau gerhana total diprediksi berlangsung sekitar pukul 18.04 hingga 19.02 WIB, meski waktu pastinya bisa berbeda-beda di tiap daerah di Indonesia.
Di sejumlah wilayah, Bulan belum terlihat saat awal gerhana sebagian terjadi karena belum terbit. Oleh sebab itu, shalat gerhana umumnya dilaksanakan setelah salat Magrib, ketika Bulan sudah muncul di atas cakrawala dan bisa disaksikan. Secara keseluruhan, rangkaian gerhana diperkirakan berakhir sekitar pukul 20.17 WIB untuk wilayah barat Indonesia. Adapun untuk daerah dengan zona waktu WITA dan WIT, waktu pelaksanaannya menyesuaikan dengan saat Bulan mulai tampak di langit masing-masing wilayah.
Bacaan Niat Shalat Gerhana
Berikut adalah bacaan niat shalat gerhana berdasarkan posisi anda.
Niat Sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah swt.”
Niat Sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah swt.”
Niat Shalat Sendiri
صَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah swt.”
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan
Sholat gerhana bulan dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Namun, dalam setiap rakaat terdapat dua kali rukuk. Artinya, dalam dua rakaat terdapat empat kali rukuk.
Dilansir dari laman nu.or.id, berikut urutan pelaksanaannya:
- Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagaimana di atas.
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
- Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang).
- Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
- I’tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
- Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
- Itidal. Baca doa i’tidal.
- Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
- Duduk di antara dua sujud Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
- Salam.
- Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.
Sholat gerhana dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Jika dilakukan berjamaah, biasanya dilanjutkan dengan khutbah atau nasihat untuk mengingatkan jamaah agar memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah. Sholat gerhana bulan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan. Peristiwa alam seperti gerhana mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah SWT dan pentingnya memperbanyak ibadah.
Sumber referensi
https://www.nu.or.id/nasional/panduan-shalat-gerhana-bulan-petang-ini-mulai-niat-hingga-salam-PT3zt




