Ketahui Info Jadwal, Cara Ambil, dan Batas Waktu Pencairan! KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 Segera Berakhir
Dengan berakhirnya masa pencairan KJP Plus Tahap 1 2025 ini, diharapkan seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan dana bantuan secara optimal untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Program ini tidak hanya meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga menjadi investasi berharga bagi masa depan anak-anak Jakarta.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi Pemprov DKI Jakarta guna mendapatkan update mengenai tahapan pencairan berikutnya.
Bagi yang belum sempat mencairkan dana tahap pertama, masih dapat mengikuti penyaluran pada tahap kedua yang akan dimulai 3 Juli 2025 mendatang.
Semoga program KJP Plus ini terus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di DKI Jakarta.
Jadwal Lengkap Pencairan KJP Plus 2025
Baca Juga: Resmi! Ini Kriteria dan Cara Cek Status Penerima Bansos 2025 Berdasarkan DTKS
Berikut rincian tahapan pencairan KJP Plus untuk tahun ini:
- Tahap 1: 5–10 Juni 2025
- Tahap 2: Mulai 3 Juli 2025
- Tahap 3: Direncanakan 7 Agustus 2025
Pemprov DKI mengingatkan agar para penerima memanfaatkan dana sesuai kebutuhan pendidikan dan tidak menunda penarikan.
Rincian Nominal Bantuan per Jenjang Pendidikan
Setiap bulan, siswa penerima KJP Plus mendapatkan dana dengan rincian sebagai berikut:
Jenjang SD/MI/SDLB
- Dana personal: Rp250.000/bulan
- Tambahan SPP sekolah swasta: Rp130.000/bulan
- Maksimal penarikan tunai: Rp100.000
Jenjang SMP/MTs/SMPLB
- Dana personal: Rp300.000/bulan
- Tambahan SPP sekolah swasta: Rp170.000/bulan
- Maksimal penarikan tunai: Rp100.000
Baca Juga: Faktor Penyebab Tidak Dapat BSU Rp 600.000 Periode Juni-Juli 2025
Jenjang SMA/MA/SMALB
- Dana personal: Rp420.000/bulan
- Tambahan SPP sekolah swasta: Rp290.000/bulan
- Maksimal penarikan tunai: Rp100.000
Jenjang SMK
- Dana personal: Rp450.000/bulan
- Tambahan SPP sekolah swasta: Rp240.000/bulan
- Maksimal penarikan tunai: Rp100.000
Jenjang PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
- Dana personal: Rp300.000/bulan
- Tidak ada tambahan SPP
- Maksimal penarikan tunai: Rp100.000
Catatan Penting: Maksimal Rp100.000 dapat ditarik tunai dan sisanya harus digunakan secara non-tunai untuk keperluan pendidikan seperti pembelian buku, seragam, atau biaya sekolah.
Cara Cek Status dan Saldo KJP Plus
Bagi orang tua/wali yang ingin memastikan status penerimaan atau mengecek saldo, berikut panduannya:
Cek Status Penerima KJP Plus
- Akses situs https://kjp.jakarta.go.id
- Pilih menu “Periksa Status Penerimaan KJP”
- Masukkan NIK siswa dan pilih tahun 2025
- Klik “Cek” untuk melihat status
Baca Juga: 8 Bansos Cair Juni 2025 Langsung ke Rekening: Total Bisa Dapat Rp1,2 Juta Tanpa Syarat Ribet
Cek Saldo via JakOne Mobile
- Download aplikasi JakOne Mobile di Play Store/App Store
- Login dan pilih menu KJP Plus
- Masukkan nomor rekening Bank DKI
- Saldo dan riwayat transaksi akan muncul
Syarat Penerima KJP Plus 2025
Agar eligible menerima bantuan, siswa harus memenuhi kriteria berikut:
- Warga DKI Jakarta (terdaftar di Kartu Keluarga)
- Terdata dalam Dapodik dan memiliki NISN
- Bukan anak ASN/TNI/Polri/pejabat negara
- Keluarga tidak memiliki properti dengan NJOP di atas Rp1 miliar
- Tidak termasuk dalam kategori mampu (misal: rutin beli air galon 19 liter)
- Masih aktif bersekolah dan disiplin
Sembako Murah
Selain bantuan pendidikan, pemegang KJP Plus juga berhak mendapatkan sembako murah melalui program KJP Pasar Jaya. Berikut cara daftarnya:
- Kunjungi https://antriankjp.pasarjaya.co.id
- Pilih lokasi pengambilan
- Isi data: NIK, nomor KK, nomor ATM KJP, dan tanggal lahir
- Unduh tiket antrean dan bawa saat pengambilan
Lokasi Pengambilan:
- Tersedia di 5 wilayah Jakarta (Pusat, Timur, Selatan, Barat, Utara)
- Jam operasional: 08.00–17.00 WIB
Dokumen yang Dibutuhkan:
Baca Juga: Cara Cek BSU 2025 Rp600 Ribu Online Lewat NIK KTP, Ini Link Resmi dan Panduannya
- Fotokopi KK
- KTP asli
- Buku rekening/Kartu ATM KJP
- Bukti tiket antrean online
Jangan Sampai Ketinggalan!
Masa pencairan Tahap 1 akan segera berakhir. Segera lakukan pengecekan dan pastikan dana digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Manfaatkan juga program sembako murah untuk meringankan beban ekonomi keluarga.



