Kemensos Salurkan Bantuan Tunai ke Hampir 33 Juta Keluarga, Realisasi 2025 Capai 95 Persen
Kemensos Salurkan Bantuan Tunai ke Hampir 33 Juta Keluarga, Realisasi 2025 Capai 95 Persen. Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) kepada masyarakat. Hingga akhir Desember 2025, bantuan tunai tersebut telah diterima oleh 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari total alokasi sekitar 35 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Penyaluran BLTS dilakukan melalui PT Pos Indonesia serta bank-bank milik pemerintah yang tergabung dalam Himbara. Dari total penerima, sekitar 18 juta KPM menerima bantuan lewat PT Pos, sementara 17 juta KPM disalurkan melalui perbankan Himbara.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses penyaluran BLTS di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/12/2025).
Penerima BLTS Berdasarkan Verifikasi Data BPS
Gus Ipul menjelaskan bahwa sebelum bantuan disalurkan, Kemensos melakukan verifikasi data terpadu bersama BPS dan pemerintah daerah. Penerima BLTS berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4, yaitu rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Dari lebih dari 35 juta KPM yang diverifikasi, hingga saat ini lebih dari 33 juta dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima BLTS,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa realisasi penyaluran bantuan sosial 2025 telah melampaui 95 persen, menunjukkan progres yang signifikan.
Anggaran Bansos 2025 Capai Ratusan Triliun Rupiah
Selain BLTS, Kemensos juga menyalurkan bantuan sosial reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, dengan total anggaran lebih dari Rp74 triliun.
Tak hanya itu, sesuai arahan Presiden Prabowo, anggaran bantuan langsung tunai mendapatkan tambahan signifikan hingga lebih dari Rp110 triliun.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta meringankan beban keluarga kurang mampu.
Kemensos Perkuat Pengawasan dan Perbaikan Data BLTS
Kemensos mengapresiasi peran PT Pos Indonesia dalam mengawal penyaluran BLTS. Ke depan, Kemensos akan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan agar penyaluran semakin tepat sasaran.
Pengawasan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari operator desa, pendamping sosial, Dinas Sosial, hingga partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos.
Aplikasi Cek Bansos Jadi Sarana Usul dan Sanggah
Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos Kemensos untuk mengajukan usulan maupun sanggahan terhadap data penerima bantuan melalui fitur Usul Sanggah.
Jika ditemukan penerima yang dinilai tidak sesuai kriteria, masyarakat dapat melaporkannya agar dilakukan koreksi data bersama BPS.
Selain itu, Kemensos juga membuka layanan call center 24 jam dan akan meluncurkan nomor WhatsApp resmi sebagai kanal tambahan untuk pemutakhiran data bantuan sosial.
Kesimpulan
Kemensos berhasil menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) kepada 33 juta keluarga penerima manfaat dengan realisasi lebih dari 95 persen pada 2025.
Penyaluran dilakukan berdasarkan data terverifikasi BPS dan didukung pengawasan melalui aplikasi Cek Bansos, sehingga diharapkan bantuan tepat sasaran, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.



