Kemensos Dukung Digitalisasi Penyaluran Bansos, Fokus pada Akurasi Data dan Efisiensi
Kementerian Sosial (Kemensos) RI mendukung penuh rencana digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tengah digagas oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Langkah ini dianggap sebagai bagian penting dari transformasi sistem perlindungan sosial (Perlinsos) menuju arah yang lebih modern, efisien, dan tepat sasaran.
Dalam rapat bersama perwakilan DEN yang digelar di Kantor Kemensos Jakarta pada Kamis (16/4/2025), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam distribusi bansos adalah kebutuhan mendesak saat ini.
“Kami mendukung sepenuhnya digitalisasi bansos. Sudah saatnya penyaluran bantuan sosial berbasis teknologi agar lebih akurat dan efektif,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan resminya, Jumat (18/4/2025).
Digitalisasi Bansos Dorong Data Akurat dan Penyaluran Tepat Sasaran
Menurut Gus Ipul, kunci utama dari penyaluran bansos yang tepat sasaran adalah data yang akurat.
Dan data yang akurat hanya bisa diperoleh melalui sistem digital yang mumpuni.
“Tidak ada pilihan lain, kalau ingin data akurat, maka teknologinya juga harus tepat,” tegasnya.
Tantangan Penyaluran Bansos Konvensional: Literasi Teknologi Penerima Masih Rendah
Selama ini, penyaluran bansos dilakukan melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Namun, metode ini sering mengalami kendala karena perbedaan literasi digital dan keuangan di kalangan penerima manfaat.
“Sebagian masyarakat tidak bisa mengambil bansos karena tidak paham cara menggunakan rekening bank atau karena kondisi kesehatan.
Akhirnya bantuan dikirim melalui PT Pos yang harus datang langsung ke rumah-rumah,” ungkap Gus Ipul.
Ia menambahkan, literasi teknologi dan keuangan masyarakat masih sangat beragam, sehingga digitalisasi harus dilakukan secara bertahap dan inklusif.
Kemensos Siap Mulai Digitalisasi Bansos di Wilayah yang Melek Teknologi
Meski tantangan masih ada, Kemensos siap mendukung transformasi ini. Gus Ipul menyarankan agar digitalisasi dimulai dari daerah yang masyarakatnya sudah terbiasa dengan teknologi.
“Kita mulai dari yang memungkinkan dulu, dari masyarakat yang sudah melek teknologi. Sementara yang belum bisa, tetap kita bantu dengan cara manual,” jelasnya.
Kesimpulan: Langkah Digitalisasi Bansos Jadi Prioritas Kemensos 2025
Transformasi digital dalam penyaluran bansos merupakan langkah penting untuk mendukung efisiensi, transparansi, dan ketepatan sasaran.
Kemensos menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program digitalisasi bantuan sosial 2025, demi membangun sistem perlindungan sosial yang lebih adil dan adaptif terhadap perkembangan zaman.



