Banyak umat Islam bertanya kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar pada tahun 2026. Pada hakikatnya, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan secara pasti kapan malam tersebut terjadi, karena waktunya merupakan rahasia Allah SWT.
Meskipun demikian, para ulama memberikan penjelasan dan perkiraan berdasarkan hadis serta pendapat para ahli agama. Melalui pandangan para ulama tersebut, umat Islam dapat mengetahui waktu-waktu yang paling berpeluang untuk mendapatkan malam yang penuh kemuliaan itu.
Dikutip dari NU Online, Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372–1449 M), seorang ulama hadis terkemuka dari mazhab Syafi’i, menjelaskan bahwa terdapat banyak pandangan ulama mengenai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Setiap pendapat memiliki dasar dalil yang kuat.
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan bahwa terdapat sekitar 45 pendapat mengenai kapan Lailatul Qadar terjadi. Dari sekian banyak pendapat tersebut, pandangan yang paling kuat (rajih) menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Waktunya Dapat Berbeda Pada Setiap Tahun.
Dari beberapa malam ganjil tersebut, sebagian ulama menilai malam ke-21 dan ke-23 Ramadhan sebagai waktu yang sangat berpeluang, sebagaimana pendapat Imam Syafi’i. Sementara itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan (Fathul Bari, juz 5, hal. 569).
Pendapat yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan didasarkan pada hadis berikut:
وعن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – يُجَاوِرُ في العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، ويقول: «تَحَرَّوا لَيْلَةَ القَدْرِ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضانَ». متفقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,” Carilah lailatul qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih).
Hadis lain juga menegaskan agar umat Islam mencarinya pada malam ganjil:
وعنها رضي الله عنها: أنَّ رسولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ». رواه البخاري.
Artinya: Dari Aisyah ra pula, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan” (HR Bukhari).
Pendapat Ulama tentang Malam ke-23 Ramadhan
Berdasarkan hadis-hadis tersebut, Ibnu Hajar menilai bahwa peluang terbesar terjadinya Lailatul Qadar adalah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Selain itu, terdapat juga pendapat yang menyebutkan bahwa malam tersebut jatuh pada malam ke-23 Ramadhan. Pendapat ini didukung oleh Imam Syafi’i.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Unais pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang waktu datangnya malam Lailatul Qadar:
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى نَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ الْمُبَارَكَةَ
Artinya: Wahai Rasulullah, kapankah kami bisa memperoleh malam penuh berkah ini?
Rasulullah kemudian menjawab:
الْتَمِسُوهَا هَذِهِ اللَّيْلَةَ )وَقَالَ وَذَلِكَ مَسَاءَ لَيْلَةِ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ:
Artinya: Carilah pada malam ini (malam 23 Ramadhan).
Pendapat Mayoritas: Malam Ke-27 Ramadhan
Sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada atsar sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, berikut:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: (وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab,” Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27″ (HR. Muslim).
Malam Lailatul Qadar Bisa Berpindah-Pindah
Ada pula pandangan yang menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun. Artinya, waktunya bisa berpindah-pindah di antara malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Beberapa riwayat menyebutkan kemungkinan malam tersebut berada pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
Salah satu hadis yang menjelaskan hal ini adalah sebagai berikut:
هي في شهر رمضان في العشر الأواخر, ليلة إحدي وعشرين, أو ثلاث وعشرين, أو خمس وعشرين, أو سبع وعشرين, أو تسع وعشرين, أو آخر ليلة من رمضان, من قامها إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
Artinya: Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian (HR Imam Ahmad).
Kesimpulan
Semoga kita semua diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
Sumber Referensi
- https://lampung.nu.or.id/syiar/kapan-malam-lailatul-qadar-2026-ini-penjelasan-waktunya-zoLuL




